+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Belajar Bhineka Tunggal Ika di Desa Suro Bali, Balinya Kepahiang, Provinsi Bengkulu

Desa Suro Bali, Balinya Kepahiang, Provinsi Bengkulu_

Kepala Desa Ketut Dana Putra, Kepala Desa yang bersikap bijaksana, religius dan toleran terhadap keragaman agama dan budaya yang ada di Desa Suro Bali_

Desa Suro Bali berdiri pada tahun 1982, dengan luas wilayah mencapai 237 Hektar, jumlah penduduk 526 Jiwa, suasana Desa yang Indah dengan berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang ada di Desa; Tomat, Cabai, Terong, Sayur Mayur lainnya, Beternak Sapi/ Kerbau, menjadi Desa Suro Bali Desa yang Mandiri secara pertumbuhan ekonomi_

Desa Suro Bali memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap; adanya’ PAUD, SD Negeri, TPQ Masjid Muhajirin, Sekolah Pasraman untuk Agama Hindu. Begitu juga dengan dengan layanan kesehatan adanya Puskesmas Pembantu Desa Suro Bali dan sarana olahraga lainnya_

Agama yang ada di Desa Suro Bali; Islam, Hindu, Budha dan Kristen hidup rukun dan damai, menjalankan ajaran ajaran agama nya masing-masing dengan saling menghormati dan menghargai, cinta damai dan cinta tanah air_

Alhamdulillah, bisa berdialog dengan tokoh tokoh masyarakat yang ada di Desa Suro Bali diantaranya ada Ibu Sri Puryawati (beragama Hindu) ayah beliau termasuk yang membuka Desa Suro Bali, jauh ketika masa tahun 1960 – an atau peristiwa G-30 S PKI_

Adanya Desa Suro Bali yaitu berasal dari masyarakat Bali yang Transmigrasi ke daerah Kepahiang, kemudian menjalani proses kehidupan yang panjang dalam membentuk suatu komunitas hingga menjadi Desa dominan masyarakat Hindu, Tetapi seiring berjalannya waktu banyak juga masyarakat dari Desa Suro Bali yang asli dari Bali trans ke Kepahiang mulai merantau ke daerah daerah lainnya ada juga yang balik ke Bali, sehingga jumlah Masyarakat Trans Bali mulai berkurang dan penduduk asli Rejang, Jawa dan suku lainnya mulai masuk ke Desa Suro Bali sehingga mulai multikultural_

Nama Desa Suro Bali penamaan dari orang Bali yang buka Desa pada dulunya. Sekitar 10 Tahun lalu atau bahkan lebih Banyak Masyarakat dari Bali, tetapi tahun ini sudah mulai banyak di huni dari suku lain termasuk suku asli rejang, Jawa dan suku lainnya, seperti yang kami sampaikan sebelumnya. Dahulu ketika penduduk lain masuk ke Desa Suro Bali diberikan tanah kapling murah sekitar 17.000 rupiah sekarang tidak lagi_

Pada tanggal 16 September jam 08.00 acara Galungan lebaran Hindu di Desa Suro Bali seperti Hari Kemenangan umat Hindu. Bisa melihat keunikan Desa dan Keragaman Desa_

Ada yang menarik ketika kejadian G30 SPKI penduduk tidak punya agama, untuk menyelematkan diri bahaya PKI, masuk agama Budha membangun “Ciktia/ Vihara” tidak punya agama dianggap PKI harus di bunuh. Gerakan Gestapu, kajian historis dari Desa Suro Bali yang masih tetap di kaji untuk bahan pembelajaran Kearifan Historis Lokal._

Pembelajaran Insan Moderat yaitu bertindak adil dan berimbang dalam mensikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan keragaman yang ada, melaksanakan ajaran agama dengan batasan yang jelas, tidak kebablasan, memahami konsep agama secara kaffah, tidak bersikap ekstrim kanan atau kiri, kita berada jalan tengah yang mendamaikan dan menegaskan, hikmah belajar moderasi di Desa Suro Bali yaitu kita melihat, menyadari dan memahami bahwa konsep sosial – keagamaan adalah pengetahuan yang tegas tentang ajaran agama, Pengetahuan yang mendidik untuk menjaga kerukunan, Pengetahuan kebangsaan bahwa kita satu bangsa satu tanah air yaitu Indonesia_(sumarto)

Sumarto sumarto

Respond For " Belajar Bhineka Tunggal Ika di Desa Suro Bali, Balinya Kepahiang, Provinsi Bengkulu "