+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

“BENCHMARKING MADRASAH TRANSFORMATIF” Karya: Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I, Apresiasi dan Dedikasi

Emmi Kholilah Harahap – Komunitas – Literasi Kita Indonesia

Yayasan Literasi Kita Indonesia mengucapkan selamat, pemberian apresiasi dan untuk dedikasi kepada Ibu Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I (Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Islam) (Founder Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dosen STAI Ma’arif Jambi, Dosen UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi) atas terbitnya karya beliau yang berjdul “BENCHMARKING MADRASAH TRANSFORMATIF” yang diterbitkan Pustaka Ma’arif Press, dengan Prolog dari Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd dan Dr. H. Kasful Anwar Us, M.Pd, Editor Dr. Sumarto, M.Pd.I dan Kata Pengantar Direktur Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi

Beberapa uraian yang di jelaskan dalam buku tersebut yaitu…Benchmarking adalah “Idenya adalah untuk menemukan pesaing terbaik, atau perusahaan yang melakukan sesuatu dengan kualitas terbaik dan biaya lebih rendah, dan kemudian mencari tahu bagaimana melakukannya dengan lebih baik. Tujuannya adalah menjadi yang terbaik di semua kategori.” Secara umum manfaat yang diperoleh dari benchmarking dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu (1) transformasi budaya, (2) perbaikan kinerja, (3) peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Benchmarking juga perbaikan diri sendiri dan proses manajemen yang harus berkesinambungan agar efektif. Benchmarking tidak dapat dilaksanakan hanya sekali dan mengabaikannya setelah itu, dengan kepercayaan bahwa tugas telah selesai. Benchmarking merupakan proses yang terus menerus, karena praktik-praktik industri secara konstan berubah. Pemimpin industri secara konstan menjadi lebih kuat. Praktik-praktik secara terus menerus dimonitor untuk memastikan bahwa yang paling baik dari mereka ditemukan. Sebuah organisasi yang mengejar benchmarking dengan disiplin akan secara berhasil mencapai performa terbaik. Dalam lingkungan yang terus menerus berubah, kepuasan adalah penting sekali.

Istilah benchmarking secara tidak langsung menunjukkan pengkuran. Pengukuran dapat diselesaikan dengan dua cara. Praktik-praktik internal dan eksternal dapat dibandingkan dam suatu pernyataan perbedaan yang signifikan dapat didokumentasikan. Benchmarking tidak hanya merupakan suatu penyelidikan, untuk menentukan praktik-praktik apa yang sedang digunakan untuk memastikan efektivitas dan kemungkinan terjadinya superioritas, dan praktik-praktik yang ingin dicapai metriks. Benchmarking tidak hanya merupakan pengakajian kompetensi, akan tetapi merupakan suatu proses penentuan efektivitas dari pemimpin dengan mengukur hasilnya. Begitu juga hal nya kepala Madrasah melakukan Benchmarking untuk memajukan dan membawa perubahan.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " “BENCHMARKING MADRASAH TRANSFORMATIF” Karya: Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I, Apresiasi dan Dedikasi "