+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Dilema Sholat Jum’at di tengah wabah Corona

Sumarto – Dosen Pascasarjana IAIN Curup, Founder Literasi Kita Indonesia

Sholat dan Sabar adalah jalan untuk meraih pertolongan Allah Subhana wata’ala. Sholat sebagai bentuk kewajiban, tidak sekedar wajib, tetapi memiliki nilai yang sangat tinggi, dimana kita sebagai hamba, menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah Subhana wata’ala, melepaskan segala ego diri, keangkuhan, bahwasannya kita manusia tidak memiliki daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Subhana wata’ala…

Sabar bukan berarti kita berdiam diri dan tidak berbuat apa – apa, kita sabar dengan ikhtiar yang sudah kita lakukan, sungguh sungguh melakukan nya. Buka percaya kepada mitos atau legenda kehidupan. Semua adalah proses yang nyata dan tersistematis. Begitu juga dengan proses Sabar tidak juga dengan menunggu dan menunggu, tetap dengan ikhtiar dan doa. Nabi dan Rasul utusan Allah Subhana wata’ala menjadikan sabar sebagai bentuk Permohonan pertolongan kepada Allah Subhana wata’ala, yakin bahwa Allah Subhana wata’ala memberikan pertolongan Nya, jangan menyerah dan putus asa…

Fatwa MUI No. 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Corona, memperolehkan untuk tidak menyelenggarakan sholat Jumat, di khawatir kan menyebar luasnya wabah virus Corona, seperti di Beberapa Masjid kita temukan di Jakarta melalui informasi dari TV dan Media Online. Masjid Istiqlal Jakarta tidak menyelenggarakan sholat Jumat diganti dengan Sholat Dzuhur, begitu juga di beberapa Masjid yang memang di khawatirkan mewabahnya virus Corona… Tetapi ada juga beberapa Masjid yang tetap menyelenggarakan sholat Jumat…

Dilema banyak di temukan, Dengan berbagai pendapat di kalangan masyarakat terhadap Fatwa MUI. Ada yang setujui dan ada juga yang tidak setuju, menjadi dinamika yang hidup dalam perbincangan yang empuk. Tetapi yang menjadi dilema paling serius adalah ketika berdebat hingga terjadi konflik karena perbedaan pendapat, hal ini harus kita jauhkan karena setiap ketentuan sudah berdasarkan kajian dan dasar keilmuan bukan sekedar pendapat atau ketentuan kosong belaka…harus saling menghormati dan menghargai…

Hal yang lebih serius, dari video pernyataan Ustadz Abdul Somad UAS, sholat Jumat diganti dengan Sholat Dzuhur karena wabah Corona khawatir akan mewabah kepada orang lebih banyak adalah hal yang benar, tetapi yang tidak benar adalah, sholat Jumat tidak di laksanakan tetapi masih tetap pergi ke Mal, Plaza atau pusat perbelanjaan atau ke tempat hiburan lainnya, hal ini adalah salah besar, mengapa begitu berani meninggalkan yang wajib dengan berbagai argumentasi, kenyataan nya tidak melakukan nya juga…

Semoga Allah Subhana wata’ala memberikan kesehatan Keberkahan hidup bagi kita semua. Bahwa penyakit ini pernah ada, dan Insya Allah akan berakhir… Sholat dan Sabar… Kita terus berikhtiar… Selamat menunaikan ibadah sholat Jumat, sholat Dzuhur… Allah Maha Kuasa Maha Mengetahui Maha Melihat Maha Mendengar situasi dan kondisi hamba – Nya…

Sumarto sumarto

Respond For " Dilema Sholat Jum’at di tengah wabah Corona "