
Gerakan Literasi Sekolah terus digelorakan di lingkungan Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat membaca, menulis, berkarya, dan membangun budaya literasi sejak usia dini hingga jenjang pendidikan dasar. Kegiatan gerakan literasi sekolah dimulai dengan penampilan Drum Band peserta didik SD Literasi Qur’ani, penampilan Tari Kejei dan penampilan puisi serta bertutur oleh peserta didik SD Literasi Qur’ani.
Kegiatan literasi bersama Gol A Gong menjadi ruang inspiratif bagi peserta didik untuk memahami bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang keberanian untuk berpikir, mengekspresikan gagasan, menghasilkan karya, dan menjadikan pengalaman sebagai sumber pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diajak untuk mengenal dunia kepenulisan secara lebih dekat. Membaca dan menulis diarahkan menjadi kebiasaan yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat menemukan potensi dan kreativitas yang ada dalam dirinya. Gerakan Literasi Sekolah ini mendapat dukungan dari para pimpinan satuan pendidikan di lingkungan Yayasan Literasi Kita Indonesia. Kepala SD Literasi Qur’ani, Kasmawati, menyampaikan bahwa budaya membaca dan menulis perlu dibangun melalui pembiasaan yang konsisten di lingkungan sekolah.
Menurutnya, peserta didik perlu diberikan ruang untuk membaca berbagai bahan bacaan, berdiskusi, menulis, dan mempresentasikan hasil karyanya. Dengan demikian, literasi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
Sementara itu, Kepala SPS Literasi Qur’ani, Diana Pertiwi, menekankan pentingnya menanamkan budaya literasi sejak usia dini. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan buku, cerita, gambar, bahasa, dan kegiatan kreatif yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Literasi sejak usia dini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya rasa ingin tahu, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kecintaan anak terhadap kegiatan membaca.
Hal senada disampaikan Kepala RA Tunas Literasi Qur’ani, Helmi Haryani, bahwa gerakan literasi perlu dilakukan secara menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Kegiatan membaca cerita, mendengarkan dongeng, mengenal huruf, bermain peran, dan membuat karya sederhana dapat menjadi bagian dari pembiasaan literasi di satuan pendidikan.
Kehadiran Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia memberikan motivasi tersendiri bagi peserta didik dan pendidik. Pengalaman dan semangat yang dibagikan menjadi inspirasi bahwa membaca dapat membuka wawasan, sedangkan menulis dapat menjadi jalan untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman kepada masyarakat luas.
Gerakan Literasi Sekolah di Yayasan Literasi Kita Indonesia juga diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, guru, peserta didik, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar budaya literasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama. Melalui Gerakan Literasi Sekolah, Yayasan Literasi Kita Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendorong peserta didik gemar membaca, berani menulis, kreatif berkarya, dan mampu menginspirasi orang lain.
Literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Literasi adalah jalan untuk membuka wawasan, membangun karakter, mengembangkan kreativitas, dan mewujudkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Dokumentasi Kegiatan :
