+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

ISTIQOMAH DALAM MENGHAFALKAN AL-QUR’AN

M. Rudini Kurniawan – Komunitas Literasi Ma’arif

Menghafal Al-Qur’an, banyak survei yang telah membuktikan, bahwa menghafal Al-Qur’an itu bisa meningkatkan kecerdasam hingga 3 X lipat. Maka dari itu, para ulama terdahulu itu cerdas-cerdas, salah-satunya Imam Syafi’i. Imam Syafi’i itu menghafal Al-Qur’an, sehingga wawasannya begitu luas dan jejak dari kehidupan beliau pun tak pernah pupus hingga sekarang.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan ketika seseorang ingin menghafal Al-Qur’an yakni nya dengan Niat terlebih dahulu, karena segala sesuatu itu harus berasal dari Niat, dan tentunya adanya tekad yang kuat.

Dan agar supaya istiqomah dalam menghafal, dan selalu tetap semangat, tentunya harus dilengkapi dam didukung oleh suplemen rohani yakninya dengan selalu menjaga hubungan dengan Allah. Dengan kita selalu menjaga hubungan dengan Allah, tentunya kita akan senantiasa membentengi diri kita dari perbuatan maksiat. Dan supulemen Rohani yang paling jitu dan pamungkas ialah dengan melakukan Sholat malam dengan rutin, dengan kita selalu merutin kan melaksanakan ibadah tahajjud, maka Allah akan mempermudah disetiap urusan kita dan tentunya dalam perjuangan menghafal kan Al-quran ini..

Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`ân untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?” [al-Qomar54:17]

Al-Qur`ân adalah cahaya yang menerangi umat manusia di dunia ini. Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya :

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Rabbmu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Qur`ân)” [an-Nisâ/4:174]

Syaikh asy-Syinqîthi rahimahullah mengatakan, “Tidak diragukan lagi, bahwa al-Qur`ân al-‘Azhîm merupakan cahaya yang diturunkan Allâh  ke dunia untuk menjadi sumber pelita. Melalui cahaya itu, diketahui perbedaan antara kebenaran dan kebatilan, yang baik dan yang buruk, yang bermanfaat dan yang berbahaya serta perkara hidayah dan kesesatan”.

Inilah jaminan dari Allâh Azza wa Jalla yang tertuang dalam surat al-Qomar ayat 17 yang artinya”

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`ân untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?” . [al-Qomar/54:17]

Allâh Azza wa Jalla mengulang-ulang ayat ini empat kali dalam surat yang sama. Taisîr (pemberian kemudahan) yang ditegaskan oleh Allâh Azza wa Jalla mencakup kemudahan dalam membaca, menghafalkan, memahami dan mengamalkannya.

Dan tentunya teman-teman semua, dengan menghafal Alquran kita berarti kita sedamg berlama-lama dalam kebaikan, semakin lama semakin menjadi baik. Karena dengan menghafal Alquran, keseharian kita selalu diisi dengan ibadah, mata kita yg selalu terfokus kan dalam merekam ayat, kemudian lisan kita yg tak pernah lepas dari lantunan ayat-ayat suci Al-quran, dam telinga kita pun akan selalu mendengar lantunan ayat suci Al-quran yang tak pernah berheti dalam membaca kan ayatnya sehingga hafal.

Maka teman-teman semua, jangan kan kita telah hafal semua isi Ayat Al-quran, dalam proses menghafalnya pun kita sudah dihitung pahala yang sangat berlipat ganda. Dan insya Allah kita akan tergolong kan sebagai ahli syurga oleh Allah dan dimudahkan hisabnya kita semua.

Aamiin ya Robbal ‘alamiin..

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " ISTIQOMAH DALAM MENGHAFALKAN AL-QUR’AN "