+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Jangan Jual Puasa?

Jangan Jual Puasa? Oleh. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I (Founder YLKI) Komunitas Literasi YLKI Jambi.
Ada yang menarik dengan perkembangan digital saat ini, puasa pun bisa dijual. Begitulah kira-kira yang penulis persepsikan dari apa yang ada saat ini. Penulis mengatakan demikian bukan tanpa dasar, kira-kira dasar apa ya…
Belakangan ini menjelang puasa ramadhan dan yang pastinya lebaran juga, banyak warganet yang menawarkan barang dagangannya dengan menjual nama pusa dan lebaran, padahal puasa dan lebaran masih lama.

Saya tertarik dengan status salah satu warganet di salah satu akun facebook beliau membuat status “yg sebentar lagi puasa ramadhan …menjelang ramadhan. Kira-kira apa y yg mau dipersiapkan,, kalau dari saya ayoo bunda boleh dilirik gorden embosnya, minat chat,,” dengan menambahkan gambar dari barang dagangannya.

Secara secara kasar mata tidak ada yang salah dengan kata-kata tersebut, akan tetapi jika semua orang memaknai bahwa ketika menjelang puasa dan lebaran tiba yang perlu dipersiapkan adalah barang-barang baru bukannya semangat baru menyambut puasa ramadhan dan lebaran. Secara tidak langsung ini akan mengedukasi orang yang membaca status tersebut dan juga akan mempengaruhi karakternya.

Makna yang lebih dalam dari mempersipkan diri menjelang puasa ramdhan adalah mempersipkan diri pada aspek jasmani dan rohani. Hal ini mengingat pelaksanaan puasa adalah perpaduan antara jasmani dan rohani. Kesehatan jasmani akan mempengaruhi kemampuan kita dalam melaksanakan ibadah puasa. Rasul SAW melakukan persiapan jasmani melalui puasa sunnah senin-kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban. Sedangkan persiapan rohani dilakukan oleh Rasul SAW melalui pembiasaan shalat tahajud setiap malam serta zikir setiap waktu dan kesempatan. Bahkan, shalat tahajud yang hukumnya sunah bagi kaum Muslimin menjadi wajib bagi pribadi Rasul SAW. Selain itu Rasulullah akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya pada saat memasuki bulan Sya’ban. Hal ini dilakukan Rasulullah karena semakin dekatnya bulan Ramadhan yang penuh berkah. Mudah-mudahan kita menjadi orang yang mempersiapkan diri menjelang bulan Ramdhan dengan sebaik-baiknya, mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan dan menjadi suci kembali di hari yang fitri.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Jangan Jual Puasa? "