+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Kampus Merdeka adalah Riset, yang meninggalkan Jejak – Jejak untuk Kita Pelajari._

Kampus Merdeka adalah Riset, yang meninggalkan Jejak – Jejak untuk Kita Pelajari._

Kampus Merdeka tidak terlepas dari kegiatan Riset, bila Kampus adalah Manusia makan riset adalah nyawanya, tidak bisa disebut Kampus bila tidak ada risetnya. Karena orientasi riset bukan sekedar prosedur perkuliahan untuk menyelesaikan perkuliahan itu. Riset adalah kemanusiaan, dimana dengan riset kita menyampaikan ide dan tentang kebenaran yang ada sebagai dasar yang bisa dibuktikan secara ilmiah atau kebenaran juga._

Orientasi riset bukan sekedar proyek untuk mendapatkan popularitas dan dana yang besar, Orientasi riset adalah jalan kesadaran dan kebijaksanaan, yang bisa ditempuh dari orang yang menjadi aktor riset bukan menjadi objeknya. Kampus Merdeka adalah sebuah konsep yang berani, dimana Mas Menteri Nadiem Makarim sudah mempraktekkan nya apakah ketika kuliah atau sesudah kuliah tetapi bisa dibuktikan dari pencapaian prestasi yang luar biasa yang beliau lakukan dengan lahirnya Gojek, yang bisa memberikan pekerjaan kepada orang banyak dengan hal yang sederhana yang semua orang memiliki nya yaitu kendaraan dan hp._

Riset adalah kegiatan kesabaran dan kesungguhan, terkadang banyak perjalanan dilakukan untuk mendapatkan data data yang ada, ternyata hanya sedikit yang ditemukan atau bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan penelitian yang ada, sehingga harus berlama lama di lapangan, untuk observasi partisipan bukan sekedar melihat, mengamati bahkan hingga mengamati, disinilah menurut saya mengapa riset Transformatif itu sulit dilakukan bagi aktor riset yang setengah setengah turun ke lapangan, tidak ada perubahan tanpa kesungguhan dengan kita menjadi aktor utamanya._

Riset dari Transformatif dari peneliti yang handal, tahan banting, maju terus, hingga hasil risetnya tetap hidup dan menjadi kajian. Clifford James Geertz (lahir di San Francisco, 23 Agustus 1926 – meninggal di Philadelphia, 30 Oktober 2006 pada umur 80 tahun) adalah seorang ahli antropologi asal Amerika Serikat. Ia paling dikenal melalui penelitiannya mengenai Indonesia dan Maroko dalam bidang seperti agama (khususnya Islam), perkembangan ekonomi, struktur politik tradisional, serta kehidupan desa dan keluarga. Terkait kebudayaan Jawa, ia memopulerkan istilah priyayi saat melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an, dan mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan: priyayi, santri dan abangan. Dikutip dari laman Clifford James Geertz._

Sampai sekarang kajian risetnya masih tetap di bahas, manjadi bahan pembelajaran, perbandingan hingga menentukan suatu kebijakan. Kajian Geger Tengger oleh Robert W. Hefner, menyampaikan kajian mendalam tentang kehidupan sosial antara kelas sosial di daerah Wonokitri, Taman Nasional Gunung Bromo, ketika kami Short Course Community Outreach di sana kami melihat, bagaimana strata dan diferensiasi itu ada, kelas bawah, menengah dan atas, hingga bagaimana keadaan sosial masyarakat di ikat dengan realitas politik hingga kebijakan yang ada, bila pertumbuhan ekonomi tumbuh yang menjadi pertanyaan tumbuhnya dimana, dampaknya dimana hingga merasakannya siapa._

Mengutip dari laman NU, Hefner menyampaikan, tentang siapa yang disebut dengan mereka mengorbankan masyarakat sipil yang mempunyai cita-cita bagaimana untuk hidup bersama,” kata Guru Besar Antropologi Universitas Boston, Amerika Serikat Robert W. Hefner saat memberikan kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta. Hefner mengingatkan masyarakat harus semakin sadar bahwa fenomena itu merupakan ancaman yang cukup serius. Populisme, jelasnya, adalah gerakan yang berupaya meniadakan cita-cita paling pokok bangsa Indonesia, yakni keutuhan NKRI dengan dasar Pancasila dan kewargaan yang inklusif. Kajian ini adalah riset panjang yang dilakukan yang bisa menggugah perasaan, hingga lahirnya gerakan gerakan sosial untuk perubahan bersama._

Bila kita menelusuri lagi lebih dalam bahwa riset itu nyata untuk kehidupan. Seperti ilmuan Muslim yang hingga kini masih hidup kajian dan terus dikembangkan. Dikutip dari laman idntimes. Al Khawarizmi ialah seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang matematika dan astronomi. Berkat dirinya, ilmu hitung bisa berkembang pesat dengan konsep-konsepnya yang sangat bermanfaat bagi manusia saat ini. Dilansir dari britannica.com, peran besar Al Khawarizmi ialah dengan memperkenalkan numerik Hindu-Arab dan konsep aljabar ke dalam matematika eropa._

Ibnu Haitham atau di dunia barat dikenal dengan Alhazen, seorang sarjana muslim yang karya dan pemikirannya diakui di dunia barat. Alhazen juga dikenal karena perannya yang begitu penting di dunia fisika, khususnya dalam bidang optik. Dikutip dari artikel ilmiah berjudul Ibn Al-Haytham: Father of Modern Optics, bahwa Ibnu Haitham berhasil menciptakan kamera obscura atau kamera lubang jarum setelah melakukan beberapa penelitian di bidang optik. Tentu berkat Alhazen, kita semua bisa mengabadikan semua momen indah dalam kehidupan kita._

Kemudian Ibnu Sina, kami pikir siapa yang tidak mengenal Ibnu Sina, Ilmuan Muslim yang sampai sekarang masih hidup dan masa yang akan datang masih hidup dengan karya karya yang monumental. Ibnu Sina ialah seorang dokter dan filsuf muslim paling terkemuka di zamannya dan pengaruhnya sangat besar dalam dunia pengobatan Islam di Eropa dan bertahan selama berabad-abad. Kiprahnya begitu mulus, di usia 18 tahun, dia sudah berhasil menjadi dokter yang begitu masyhur.Dikutip dari artikel ilmiah yang berjudul Ibn Sina (Avicenna): The Prince Of Physicians, bahwa Ibnu Sina telah menulis karya paling berpengaruh di dunia medis, yakni Al-Qanun fi Al-Thibb. Buku inilah yang menjadi ensiklopedia medis di masanya yang memuat tentang terapi medis dan 760 jenis obat._

Kemudian Ilmuan Muslim yang mengubah dunia dengan hasil riset yang luar biasa, Jabir Ibn Hayyan adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Iran. Ia berhasil melarutkan emas dan menemukan asam kuat seperti asam sulfat, hidroklorik dan nitrat. Untuk menetralisir “monster” yang ia ciptakan, yaitu asam, ia kemudian memproduksi alkali. Karya-karyanya yang berupa buku adalah Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al-Rahmah, dan lain-lain._

Masih banyak lagi ilmuan Ilmuan yang luar biasa dengan hasil riset yang memberi perubahan bagi dunia, tidak hanya perubahan pada masa lampau tapi hingga sekarang perubahan tersebut dapat kita rasakan manfaatnya. Kampus Merdeka adalah konsep belajar yang mendukung setiap elemen kampus agar menjadi peneliti untuk kemanusiaan, memberikan manfaat kepada kemanusiaan, yang dikenang sepanjang masa. Teori lahir dari masyarakat, kembali kepada masyarakat dan dikembangkan lagi dari masyarakat, Laboratorium faktual ada di dalam masyarakat._

(Gambar; sebagai ilustrasi; proses riset beberapa Menhir di Desa Lawang Agung Beliti Ulu Rejang Lebong, bagaimana seorang peneliti, menjadi aktor untuk melakukan pembelajaran secara maksimal, kesungguhan, kesabaran untuk memberikan hasil penelitian berorientasi pada jalan kebijaksanaan dan kebenaran menjadi budaya hingga peradaban)._ Sumarto.

Kampus Merdeka
Sumarto sumarto

Respond For " Kampus Merdeka adalah Riset, yang meninggalkan Jejak – Jejak untuk Kita Pelajari._ "