+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Kampus Merdeka; Gaya Kekinian dengan Kreatifitas Teknologi._

Kampus Merdeka tidak sekedar metode atau alat atau sejenisnya, Kampus Merdeka lebih kepada kemandirian dan gaya kekinian. Kemandirian memiliki pemahaman bahwa setiap kampus harus mampu mandiri dengan kemampuan dan kolaborasi yang dilakukannya, sehingga bisa melahirkan generasi yang mandiri, yang bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan keahlian yang dimiliki._

Kampus Merdeka adalah gaya kekenian yang seharusnya menjadi budaya, karena ini adalah kebutuhan, Kampus yang bebas mengekspresikan prestasi dan keteladanan nya, yang mampu mengajak setiap elemen masyarakat bekerja secara cerdas dan inovatif, karena kemajuan dan kecanggihan yang ada di kampus tidak akan berfungsi bila tidak bermanfaat bagi masyarakat._

Mengutip tulisan Erlangga Wijaya dalam lamannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Nadiem Makariem kembali membuat heboh dunia pendidikan. Pasalnya, mantan orang nomor satu di perusahaan ojek online ini membuat kebijakan yang ia beri nama Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka. Ide tentang ‘kampus merdeka’ ini disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui rilis tertulis pada Kamis 23, Januari 2020.Nadiem Makariem menyebut kebijakan itu nantinya akan berfokus pada empat hal yang menjadi program utamanya.

Program pertama adalah perguruan tinggi (PT) memiliki otonomi pembukaan program studi baru. Namun, baik PTN maupun PTS yang mau membuka program studi (prodi) baru diharuskan memiliki akreditasi A dan B. Perlu untuk diketahui bahwa untuk saat ini, PTN atau PTS yang boleh membuka prodi baru hanya perguruan tinggi berbadan hukum (PTBH).Kemudian tdak hanya itu, bolehnya membuka program studi baru ini baru bisa diajukan jika memiliki kerjasama dengan mitra organisasi nirlaba, perusahaan, institusi multilateral atau universitas Top 100 ranking QS dan bukan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Hal ini bila kita cermati, gagasan dari Mas Menteri adalah tantangan bagi setiap perguruan tinggi, bahwa ketika ada jalur pembukaan prodi baru dengan jalan tol tetapi harus dengan kematangan dari kampus sendiri secara global, tidak lagi dibebankan dengan banyaknya jalur administrasi, hal ini terobosan dari Kampus Merdeka._

Hal yang unik lagi dari Konsep Kampus Merdeka adalah Praktik Kerja, Proyek Desa, Proyek Studi Secara Mandiri, Proyek Bersama Perusahaan atau Instansi lainnya, Proyek Riset Kolaborasi, Hingga kepada pertukaran mahasiswa sehingga bisa memberikan pengaruh kepada masing-masing kampus dengan tujuan bangkit dan maju bersama, begitulah juga dengan dosen, pertukaran dosen, visiting Profesor dan kegiatan kolaborasi yang bisa memajukan bangsa dan negara._

Orientasi dari Kampus Merdeka atau Merdeka Belajar sangat di dukung dengan kemajuan informasi dan teknologi yang ada, kita bisa mengembangkan sayap dalam dunia global, tentunya dengan bekal kemampuan dan kreativitas yang kita miliki._

Kampus Merdeka memberikan peluang atau kesempatan besar bagi mahasiswa untuk berkarya, tidak terikat dengan beban studi yang berorientasi hanya pada mengerjakan tugas tanpa prospek kerja dan keahlian yang dibutuhkan dunia global. Mahasiswa harus mampu berkolaborasi, menguasai informasi dan teknologi, belajar cerdas dan memiliki manajemen waktu yang baik, profesional. Jangan sampai setiap menit terbuang sia sia hanya dengan pesta dan huru hara, karena Bangsa membutuhkan generasi emas yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, konsep kemandirian yang kami sampaikan sebelumnya.

Kampus Merdeka sangat sinkron, kolaboratif, integratif dengan penerapan Kurikulum KKNI yang sudah ditetapkan sebelumnya, dimana setiap Prodi harus memiliki Visi dan Misi yang bisa dilihat dari capaian lulusannya dan profil lulusan nya, karena alumni adalah refleksi langsung dari keberhasilan prodi. Sehingga dengan adanya SKPI menunjukkan atau melegalkan setiap keahlian yang dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai penunjang dari prodi yang di ampunya, sehingga menjadi modal keahlian untuk bekerja langsung._(sumarto)

Sumarto sumarto

Respond For " Kampus Merdeka; Gaya Kekinian dengan Kreatifitas Teknologi._ "