Site icon Literasi Kita Indonesia

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rejang Lebong di PKBM Literasi Qur’ani “Melalui TKA Tingkatkan Mutu Pendidikan Kesetaraan”

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rejang Lebong Memberikan Motivasi Belajar Bagi Peserta Didik PKBM Literasi Qur’ani

REJANG LEBONG – Pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi, kondisi sosial, maupun berbagai persoalan kehidupan. Semangat inilah yang terus dibangun oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Literasi Qur’ani, Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, dalam memberikan layanan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat.

Upaya meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan terus diperkuat di Kabupaten Rejang Lebong. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd., secara resmi membuka pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi sembilan peserta didik Paket C setara SMA di PKBM Literasi Qur’ani, Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa TKA bukan sekadar evaluasi kemampuan akademik, melainkan instrumen untuk memetakan capaian pembelajaran sekaligus memotivasi warga belajar agar terus meningkatkan kompetensi dan meraih masa depan melalui pendidikan.

Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan tersebut terlihat melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik Program Paket C setara SMA. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd. Kehadiran pimpinan Dinas Pendidikan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam sambutannya, Zakaria Effendi, M.Pd. memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar mengikuti TKA dengan penuh semangat, kesungguhan, dan rasa percaya diri. Menurutnya, pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

Ia menyampaikan bahwa TKA bukan sekadar kegiatan evaluasi akademik, melainkan instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai capaian pembelajaran peserta didik. Hasil TKA dapat menjadi bahan informasi dan evaluasi dalam melihat kemampuan akademik warga belajar sekaligus mendorong peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.

“Melalui TKA, kita memberikan motivasi belajar bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan. TKA menjadi instrumen untuk memperoleh gambaran capaian pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan, khususnya di PKBM Literasi Qur’ani yang berada di Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara,” ungkap Zakaria Effendi.

Pesan tersebut memberikan makna bahwa pendidikan kesetaraan harus terus berkembang dengan memperhatikan kualitas proses pembelajaran, kompetensi peserta didik, serta tata kelola lembaga pendidikan. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, tutor, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar layanan pendidikan kesetaraan semakin berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Peserta Didik Mengikuti TKA Paket C dengan Baik

Di balik pelaksanaan TKA, terdapat semangat sembilan peserta didik Paket C yang mengikuti asesmen akademik di PKBM Literasi Qur’ani. Bagi mereka, kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari perjalanan untuk meraih cita-cita yang mungkin sempat tertunda.

Kepala PKBM Literasi Qur’ani, Fahrizal Harahap, SH, menjelaskan bahwa peserta didik yang mengikuti ujian TKA berjumlah sembilan orang. Pelaksanaan TKA menjadi salah satu momentum penting bagi lembaga untuk mengetahui kualitas capaian akademik warga belajar, khususnya pada program pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA.

Menurut Fahrizal, hasil TKA dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh PKBM. Informasi tersebut juga penting bagi lembaga dalam merancang strategi peningkatan kualitas pembelajaran pada masa mendatang.

Ia berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti TKA dengan baik dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang pendidikan dan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan.

Bagi PKBM Literasi Qur’ani, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan lembaga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, fleksibel, dan berkelanjutan.

Yayasan Literasi Kita Indonesia: Jangan Putus Asa, Pendidikan Selalu Memberikan Kesempatan

Sementara itu, Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Sumarto, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keberadaan PKBM Literasi Qur’ani merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan kesempatan memperoleh pendidikan formal.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang harus berhenti sekolah karena berbagai persoalan kehidupan. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Melalui pendidikan kesetaraan, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupannya.

“Peran kita di Yayasan Literasi Kita Indonesia adalah membantu masyarakat yang putus sekolah agar tidak putus asa. Mereka tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui sekolah Paket A, Paket B, dan Paket C bersama PKBM Literasi Qur’ani. Pendidikan adalah hak masyarakat dan harus terus kita perjuangkan,” ungkap Dr. Sumarto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA memiliki arti strategis bagi peserta didik Paket C. Selain menjadi instrumen untuk memperoleh gambaran capaian akademik, hasil TKA juga dapat menjadi salah satu informasi pendukung bagi peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme seleksi mahasiswa baru yang berlaku.

Dengan demikian, TKA diharapkan dapat membuka wawasan peserta didik bahwa pendidikan kesetaraan bukanlah jalan pendidikan kelas dua. Sebaliknya, pendidikan kesetaraan merupakan jalur pendidikan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan dan mengembangkan potensi akademiknya.

Membangun Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Rejang Lebong

Keberadaan PKBM Literasi Qur’ani di Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, menjadi salah satu wujud nyata gerakan pendidikan berbasis masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Melalui program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, lembaga ini memberikan ruang belajar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pendidikan kesetaraan menghadirkan fleksibilitas pembelajaran sehingga masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun kesempatan tetap dapat mengikuti proses pendidikan. Pendekatan ini menjadi penting dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Dukungan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, pelaksanaan TKA, serta komitmen Yayasan Literasi Kita Indonesia menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, yayasan, pengelola PKBM, tutor, peserta didik, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Pada akhirnya, pelaksanaan TKA Paket C di PKBM Literasi Qur’ani bukan sekadar agenda asesmen akademik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dari Desa Tasik Malaya, semangat pendidikan kesetaraan terus digaungkan: jangan putus asa karena pernah putus sekolah. Selama masih ada kemauan untuk belajar, selalu ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Literasi untuk Kesejahteraan, Pendidikan untuk Kemajuan. (Sum)

Dokumentasi :

Kepala PKBM Literasi Qur’ani
Peserta Didik mengikuti kegiatan Ujian TKA Paket C
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rejang Memberikan Semangat Belajar Bagi Peserta Didik PKBM Literasi Qur’ani
Ujian TKA Paket C PKBM Literasi Qur’ani
Exit mobile version