+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Kontestasi Ideologi Poltik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital

“Selamat atas pencapaian yang luar biasa diraihnya Gelar Doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” Dr. KH. ZAINUT TAUHID SA’ADI Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.

Judul Disertasi “Kontestasi Ideologi Poltik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital” Penguji Prof. Asep Saepudin Jahar, Prof. Amany lubis, Prof. Masykuri Abdillah, Prof. Zulkifli, Prof. M. Suparta dan Prof. Didin Saepudin.

Mengikuti kegiatan promosi doktor secara virtual melalui zoom meeting, terlaksana dengan baik, memberikan banyak pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh guru kita bapak Dr. KH. ZAINUT TAUHID SA’ADI tentang bagaimana kontestasi politik yang terjadi oleh Gerakan – Gerakan Islam, dimana NU dan Muhammadiyah memiliki peran yang sangat besar dan urgen mewujudkan persatuan dan kesatuan serta perdamaian di Indonesia.

Menyimak apa yang disampaikan oleh promovendus Dr. KH. ZAINUT TAUHID SA’ADI tentang bagaimana kontestasi ideologi poltik gerakan Islam di Indonesia, sangat dinamis, Beliau menyampaikan tentang fakta pembubaran dari oraganisasi – orgnisasi masyarakat yang tidak sesuai dengan Ideologi Bangsa kita Indonesia yaitu Pancasila, karena apabila tidak di bubarkan banyak kekhawatiran dan ini adalah sikap berani, keputusan yang tepat dari Pemerintah untuk mencegah bahaya dari gerakan – gerakan separatisme, ekstrimisme hingga terorisme yang menjadi kerisauan dan ancaman bagi NKRI.

Konsep Moderasi Beragama adalah formulasi yang disampaikan oleh Beliau, dimana Pemerintah sudah menetapkan Moderasi Beragama sebagai bentuk kebijakan yang harus dilakukan, seperti di setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sudah dibentuk Rumah Moderasi Beragama yang memiliki tujuan bisa menjadi Rumah Belajar dan Berdiskusi bersama tentang kemajemukan, sikap ramah terhadap budaya dan religi lokal, hingga pada bagaimana penerapan sikap toleransi, saling menghormati menghargai kita antar ummat beragama dan keberagaman lainnya.

Pentingnya Rumah Moderasi Beragama yang di bangun oleh Pemerintah menjadi Rumah bagi kita masyarakat kampus dan masyarakat secara umumnya untuk berdiskusi dan memberikan bantun advokasi kepada masyarakat, dengan tujuan menjalin kebersaman, kerukunan dan perdamaian, menghindari perpecahan. Karena Agama hadir untuk memberikan keselamatan dan perdamaian bagi ummat manusia. Bila kita ber-Pancasila maknanya adalah kita juga ber-Agama, karena setiap butir – butir nilai Pancasila mengandung nilai – nilai Agama. Pancasila dan Agama tidak bertentangan.

Beberapa pertanyaan dari Dewan Penguji tentang Teori dari Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam memang perlu dipertajam lagi, karena menjadi dasar dalam menganalisis setiap hasil temuan – temua di lapangan, saran yang konstruktif. Penelitian yang dilakukan oleh Beliau tentu sangat kekinian yaitu mengaitkan dengan ruang publik digital, dimana sekarang kita hidup tidak hanya di ruang publik nyata tetapi juga di ruang publik maya.

Sangat penting penelitian ini sehingga setiap dari kita menyadari bahwa ruang digital harus dibuat menjadi ruang belajar, ruang dimana kita saling menghormati dan menghargai dengan memberikan komentar – komentar yang positif dan konstruktik, menjauhi komentar yang negatif apalagi sampai mencaci maki, memprovokasi, menyampaikan isu – isu SARA yang memancing keributan dan perpecahan. Kita harus bersikap moderat dimanapun dan kapapun, atau dimanapun ruangnya. Beliau menunjukkan peran yang sangat strategis sebagai Wakil Menteri Agama dalam menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, Beliau adalah Teladan kita, menunjukkan kegigihannya dalam menyelesaikan studi S3 ditengah kesibukan yang sangat padat yang beliau lalui, semoga sehat selalu, hasil penelitian beliau menjadi sumber pengetahuan dan teladan bagi kita semua untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang Moderat.

Sumarto.

Sumarto sumarto

Respond For " Kontestasi Ideologi Poltik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital "