+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Literasiologi, Hidupkan Nilai dalam Tulisan._

Literasiologi, Hidupkan Nilai dalam Tulisan._

Menulis banyak persepsi tentang itu, banyak mengatakan menulis itu sulit, Banyak mengatakan Menulis itu mudah, hal itu adalah soalan yang bisa di atasi dengan belajar proses belajar, ikuti dengan semangat, sehingga menjadi nyaman dan menyenangkan._

Menulis adalah obat psikis, dimana kita bisa meluapkan rasa dalam kalimat tulisan, beban hati bisa berkurang, hingga merasa lebih tenang, segala problem yang ada dalam hati dan pikiran bisa berkurang dengan luapan tulisan, tulisan itu sederhana, tulisan itu mudah, karena kita sudah memiliki alat atau bahan untuk menulis; panca indera, pikiran dan rasa yang diberikan Allah Subhana wata’ala menjadi bekal penting untuk kita menulis._

Bacalah dengan menyebut Nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu. Baca adalah wajib bagi kita untuk proses belajar, Baca adalah wajib dalam proses hidup hingga akhir hayat, tidak bisa merasakan keindahan hidup bila tidak baca, tentu menulis juga adalah baca, tidak mungkin bisa kita menulis tanpa baca, baca dengan rasa semangat belajar, baca dengan penuh rasa ingin tahu dan baca untuk kebermanfaatan._

Dikutip dari laman Republika, salah satu tokoh yang menjadi narasumber acara talk show adalah penulis ternama Asma Nadia. Digelar di dalam aula Masjid At-Tiin, tepatnya bersebelahan dengan lokasi bazar buku, talk show bersama Asma Nadia membahas tentang menulis. Dalam acara tersebut Asma mengatakan menulis memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah dapat memperpanjang umur._Menurut Asma Nadia, setiap orang dapat memilih apakah ingin dikenang hanya dengan tiga baris atau dikenang dalam setiap diskusi-diskusi panjang. Jika ingin dikenang hanya dengan tiga baris adalah ketika seseorang meninggal. Menurutnya saat meninggal seseorang hanya dikenang nama, tanggal dan tahun lahir, serta tanggal dan tahun meninggal._

Namun, jika seseorang ingin dikenang dalam diskusi-diskusi panjang yang melebihi umur, salah satu caranya adalah dengan menulis. “Misalnya seperti waktu itu ada yang membuat skripsi mengenai novel “Cinta Dalam 99 Nama Mu” ada juga yang bikin tesis “Rumah Tanpa Jendela”, dan ada yang bikin disertasi “Bidadari untuk Dewa”, jadi buat saya itu cara membuat diri kita panjang umur dan abadi,” katanya._Masya Allah, apa yang disampaikan oleh Mbak Asma Nadia, konsep menulis memberikan umur kita panjang, untuk menjadi abadi adalah dengan menulis, karena Menulis akan tetap ada akan tetap di diskusikan walaupun kita sudah tiada, menulis melampaui umur dan zaman, hingga batas akhir dunia hingga menjadi amal indah di akhirat. Menulis adalah kebahagiaan, menulis dengan rasa dan pikiran kita, jangan menjadikan nya beban dengan aturan menulis yang memaksa hingga akhirnya tidak menulis._

Dari laman Republika, menulis pada hakikatnya adalah alat yang mewakili pikiran penulis. Maka, dapat dikatakan bahwa menulis adalah proses mengungkapkan pikiran. Seorang ulama terkenal yaitu Imam Syafi’i mengatakan bahwa menulis adalah alat untuk mengikat ilmu atau bacaan. Sekiranya tidak ada tulisan lalu kita lupa maka lenyaplah ilmu itu dari diri kita._

Betapa pentingnya menulis, menulis untuk menjaga ilmu tetap ada dan abadi sepanjang masa, menjadi pelajaran dan hikmah untuk tiap generasi, jangan melupakan sejarah “jas merah” seperti yang disampaikan oleh Bung Karno memiliki makna adalah untuk menuliskan sejarah, hingga sejarah itu tidak pernah dilupakan, hidup dan memberikan semangat._

Literasiologi; Ilmu Literasi, dengan pemaknaan; Allah Subhana wata’ala menyampaikan kepada kita untuk baca, untuk kita supaya menulis, karena yang bisa mengikat ilmu ada dengan menulis, ilmu bisa hilang oleh zaman atau sifat kelemahan dan kelalaian manusia, tetapi dengan menulis, ilmu tetap ada, menulis memberikan kebahagiaan dalam hidup, psikis menjadi damai, umur lebih panjang, pahala di dunia hingga akhirat. Mari kita suarakan konsep Literasiologi._ Sumarto.

Sumarto sumarto

Respond For " Literasiologi, Hidupkan Nilai dalam Tulisan._ "