+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

“Makna Sejarah” SELAMAT HARI REUNIFIKASI JERMAN

Mr. Suratno – Dosen & Chairman The Lead Institute, Universitas Paramadina – Jurusan Political Anthropology & Religion (Neue Diskurse zu Staat und Gesellschaft in der Islamischen Welt) di Goethe-Universität Frankfurt Jerman

3 oktober diperingati sbg hari persatuan Jerman (Tag der Deutschen Einheit). Ceritanya dulu, 3 oktober 1990, 6 negara bagian Republik Demokratik Jerman (dulu Jerman Timur bergabung dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat). 6 Negara Bagian itu adalah Berlin Timur, Thuringen, Brandenburg, Sachsen, Sachsen-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpormern.

Jerman Timur yg saat itu dipimpin secara kediktatoran dibawah kendali Uni-Sovyet dan aliansi Pakta Warsawa memang mengalami problem kemiskinan dan demokratisasi. Hal ini menyebabkan bnyk demonstrasi dan warganya yang lari ke Jerman Barat yang relatif makmur dan dipimpin secara demokratis serta dibawah kendali Amerika dan aliasinya NATO.

Persatuan kembali/reunifilasi Jerman jg merupakan kelanjutan dari runtuhnya Tembok-Berlin (Berlin Mauer) hampir setahun sblmnya yakni pada 9 nopember 1989 sebagai simbol penyekat di antara mereka. Sejak itu kita mengenal negara Jerman bersatu, tdk ada lagi Timur dan Barat, dan 3 Oktober diperingati sbg Tag der Deutschen Einheit.

Saya msh inget dulu 5 tahun studi S3 di Jerman, tiap tahun peringatan hari reunifikasi/persatuan Jerman mmg berlangsung sepi. Nggak meriah kyk di Indonesia lah. Bbrp kali saya tanya oma-opa (nenek kakek) yg mrk menjadi saksi reunifikasi dan runtuhnya tembok Berlin, mereka bahkan bnyk yg bilang “Kalo waktu boleh diputer mundur, saya pilih nggak ada reunifikasi”.

Kebetulan sy tinggal di Frankfurt bekas Jerman Barat. Orang2 tua bnyk yg melihat reunifikasi menjadi beban. Pajak mereka jg dipakai utk bangun bekas Jerman Timur. Mmg sy lihat dulu ada gap bekas Jerman Timur dan Barat. Barat maju2 dan Timur sebaliknya. Lalu bbrp periode kepemimpinan Kanselir Angela Merkel dia membenahi kota2 bekas Jerman Timur. Infrastruktur makin bagus, ekonomi maju, industri berkembang dll. Lambat laun gap Timur dan Barat scr ekonomi mulai dikikis. Merkel sendiri asli Jerman Timur jd dia sbg simbol komitmen Jerman utk membenahi Timur dan mengikis gap.

Klo oma-opa kurang suka dgn reunifikasi, anak2 muda yg saya tanya sebaliknya. Mereka antusias. Mrk bilang kan Timur dan Barat satu rumpun Jerman jd kenapa nggak bersatu? Soal gap, mereka bilang ya sesama saudara kan harus saling membantu. Jd anak2 muda Jerman senang dan setuju dgn reunifikasi.

Terakhir, runtuhnya tembok berlin pada 1989 dan persatuan kembali Jeman pada 1990 bukan sekedar runtuhnya sekat2 yg menghalangi persaudaraan tetapi jg bhw komitmen persaudaraan utk memakmurkan seluruh rakyat Jerman sebagai sesama saudara. Setelah peristiwa2 itu, di Jerman Anginpun Berubah

Persis spt lagu band Rock terkenal asal Jerman Scorpion yg judulnya “Wind of Change” lagu yg berisi dan didedikasikan utk peristiwa2 bersejarah dan monumental itu. Lesson-learned: sy koq jd inget saudara2 kita di Timur terutama Ambon yg kena gempa dan. Papua yg msh rusuh. Semoga semangat persaudaraan dan persatuan kita bisa mengatasi itu semua, insyaAlloh.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " “Makna Sejarah” SELAMAT HARI REUNIFIKASI JERMAN "