+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Memaknai Falsafi Sejarah._ Selamat Hari Santri 22 Oktober 2020._ Santri Sehat Indonesia Kuat._

Belajar sejarah supaya lebih dalam dan paham, tentu tidak bisa hanya beberapa artikel dan buku, harusnya kuliah dan lanjut diskusi. Tetapi untuk pengenalan penting mengetahui apa itu sejarah, karena salah memahami sejarah akan berakibat pada masa depan, apakah bisa maju atau mundur._

Kajian sejarah kita kenal ada deskripsi yaitu peristiwa masa lalu yang di narasikan secara gambaran atau deskriptif, terkait mendalam atau tidak tergantung pada kekuatan dokumen yang ada, kemudian dikenal juga analitis, peristiwa masa lalu yang harus mendalam dengan kelengkapan dokumen yang ada karena tidak hanya menggambarkan tetapi menganalisis setiap peristiwa yang terjadi seperti Prof. Muljana dengan Buku Sriwijaya. Spekulatif – Metafisik, kajian peristiwa yang coba digali tidak hanya yang tersurat tetapi tersirat, penting pendekatan intuisi._

Mengutip tulisan Misnal Munir Jurnal Filsafat yang diterbitkan oleh Universitas Gajah Mada, menyampaikan filsafat sejarah spekulatif yang dikemukakan oleh para filosof filsafat sejarah telah mempengaruhi perkembangan cara berpikir manusia modern. Khususnya di Barat, pemikiran filsafat sejarah telah mempengaruhi cara berpikir manusia memahami masa lampau, masa kini, dan masa depan.Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan memakai metode “hermeneutik filsafati”, dengan unsur-unsur seperti; deskripsi, interpretasi, dan komparasi.Berdasarkan hasil penelitian beliau, ada empat ide pokok dalam filsafat sejarah, yaitu, ide tentang kemajuan, ide tentang waktu, ide tentang kebebasan, dan ide tentang makna masa depan. Ide tentang kemajuan merupakan ide yang mendorong Perubahan sejarah kemanusiaan ke arah yang lebih baik._

Empat ide pokok yang disampaikan Misnal Munir sangat menarik; ide tentang kemajuan, dimana sejarah mengajarkan tentang bagaimana masa depan manusia beberapa tahun kemudian, tentang prediksi yang memiliki ukuran bukan khayalan atau mimpi, karena sejarah itu adalah indikator keberhasilan di masa depan sehingga adanya ide, visi, yang ruang lingkupnya adalah kebebasan yang melampaui batas waktu dan tempat, Kebenaran berpikir yang pernah di sampaikan oleh Prof. Musa Asy’arie Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lahir di Pekajangan, Kedungwuni, Pekalongan, 31 Desember 1951; umur 68 tahun) adalah seorang filosuf, cendikiawan, budayawan, sekaligus seorang pengusaha. Ia adalah pencetus gagasan Revolusi Kebudayaan Tanpa Kekerasan.

Sifat dari sejarah itu harus asli atau orisinil, sehingga riset sejarah tidak cukup hanya 1 bulan atau beberapa bulan tetapi beberapa tahun karena sifatnya adalah kualitatif, Menggali informasi dan informasi dari setiap dokumen dokumen yang asli.
Sejarah juga adalah bagian dari cerminan masa yang akan datang, masa depan yang maju tentu karena sejarah masa lampaunya, seperti Negera Negar di Eropa, Sejarah sifatnya Refleksi. Kajian sejarah juga adalah falsafi karena hakikatnya adalah kajian ontologis, menyampaikan menuliskan secara mendalam mengakar dari setiap informasi yang ada untuk tujuan Kebenaran dan kebermanfaatan._

Harapannya adalah Sejarah itu harus ditulis dengan benar dengan bijaksana sehingga tidak ada kesalahan dalam sejarah yang mengakibatkan kekacauan di masa depan bahkan kehancuran, Ir. Soekarno menyampaikan Jas Merah; Jangan Sekali Kali Melupakan Sejarah, karena sejarah itu adalah kekuatan di masa yang akan datang, kejayaan di masa yang akan datang. Penetapan Hari Santri 22 Oktober adalah Sejarah yang sangat penting dimana santri ikut berjuang Berkorban untuk Kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan Penjajah, kita memperingatinya untuk tetap belajar dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Sumarto, Institut Agama Islam Negeri Curup

Sumarto sumarto

Respond For " Memaknai Falsafi Sejarah._ Selamat Hari Santri 22 Oktober 2020._ Santri Sehat Indonesia Kuat._ "