+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Membudayakan “Mutu” Belajar dari Proses Akreditasi

(10/7/2019) Mutu tidak hanya berupa dokumen – dokumen yang harus dibuat dan ditampilkan. Tetapi mutu adalah tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh unsur civitas akademika. Mutu juga adalah budaya yang harus menjadi jati diri setiap insan akademik, yang menjaga proses perkuliahan dengan baik sesuai dengan standart yang sudah ditetapkan BAN PT, harus adanya perencanaan perkuliahan adanya RPS, tugas perkulihan, ujian akhir semester dan evaluasi, hali ini juga harus bisa di buktikan dengan adanya lembaran monitoring yang dilakukan oleh Unit Penjamin Mutu (Fakultas) dan Gugus Mutu (Program Studi) koordinasi dengan Lembaga Penjamin Mutu Institut, sehingga proses perkulihan berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedurenya.

Pengalaman mengamati proses Assessment Lapangan prodi Komunikasi Penyiaran Islam, pada tanggal 9 Juli 2019 di Perpustakaan IAIN Curup, Asesor Ibu Dr. Casmini, M.Si (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Beliau adalah Dosen saya (Sumarto) ketika kuliah S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Beliau (Dr. Casmini, M.Si) adalah dosen yang tegas, disiplin, teliti dan memiliki prinsip yang kuat terhadap apa yang di ajarkannya kepada mahasiswa termasuk dalam memberikan nilai.

Asesor Ibu Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag (IAIN Purwokerto) teliti dalam mengoreksi setiap bahan borang akreditasi dan banyak mengajukan pertanyaan untuk melihat sejauh mana pencapaian keberhasilan dan peningkatan mutu prodi, Kedua Asesor adalah teladan kita bersama, Dalam catatan saya (Sumarto) Beliau menyampaikan; 1. Isian borang akreditasi jangan hanya dalam tataran teoritis tetapi harus apa yang sudah dilakukan kemudian di tulis dalam borang dan disiapkan bukti dokumennya, 2. Dokumen yang disiapkan harus sesuai dengan apa yang ditulis dalam borang akreditasi, 3. Visi dan Misi prodi di sosialisasikan sampai kepada tingkat pemahaman seluruh civitas akademika di prodi hingga kepada mahasiswanya, bisa dibuktikan dengan survey yang dilakukan dengan indikator pertanyaan tentang pemahaman visi dan misi, berapa persentase pemahaman civitas akademika tentang visi dan misi yang sudah dibuat,…

4. Peningkatan mutu dosen dan mahasiswa, dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat serta publikasi ilmiah yang dalam lingkup nasional hingga internasional, prestasi mahasiswa, IPK dan kelulusan mahasiswa sesuai dengan jadwalnya, cenderung sedikit yang taman di luar jadwal, hal ini juga bukti keberhasilan dari prodi. Sampai kepada alumni dari prodi yang sudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian prodinya hal ini perlu Treacer Study, 5. Kelengkapan media elektronik sebagai penunjang proses perkuliahan, termasuk e-learning, penggunaan sistem akademik berbasis online, dan dokumen lainnya yang sudah di “link” kan sehingga mudah dalam meng-koreksi setiap dokumen yang ada, tentunya harus tersedia layanan internet yang baik di Kampus.

Semoga prodi KPI IAIN Curup mendapatkan nilai yang terbaik dalam Assesment Lapangan, doa bersama semoga mendapatkan nilai A. Saya (sumarto) salah satu dosen di IAIN Curup, berharap dan berbuat semoga yang terbaik untuk IAIN Curup, sebagai dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat, tanggung jawab kepada masyarakat dalam memberikan pendidikan yang terbaik terutama dalam jaminan mutu pendidikan. Dokumen Kegiatan Assessment Lapangan prodi Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Curup:

Selamat Datang Tim Asesor BAN-PT
Dr. Casmini, M.Si (Proses Assesment Lapangan)
Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag (Proses Assesment Lapangan )
Dr. Sumarto (Utusan dari Gugus Mutu Pascasarjana IAIN Curup)

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Membudayakan “Mutu” Belajar dari Proses Akreditasi "