+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

MENDENGAR KATA “AN-NAAR” (NERAKA)?

ZIKRI ARDENUS

Apa yang terlintas di benak kita apabila MENDENGAR KATA “AN-NAAR” (NERAKA)?

Mungkin banyak diantara kita akan berkata neraka itu tempat pembalasan bagi mereka yang banyak berbuat dosa sepanjang hidupnya. Ada juga yang berkata neraka itu seburuk-buruknya tempat dikarenakan neraka itu tempat nya penyiksaan dan mungkin banyak jawanan-jawaban lainnya. Mungkin sangat jarang terlintas dibenak dan fikiran kita apa bahan bakar dari neraka itu yang panasnya mungkin beratus-ratus atau beribu-ribu mungkin juga berjuta-juta kali panasnya api yang ada di dunia ini.  والله اعلم

Tentang bahan bakar di neraka itu sudah dijelaskan oleh Allah di dalam surah al Baqarah ayat 24 yang artinya “maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), pelihara lah dirimu dari neraka yang bahan bakar nya terbuat dari manusia dan batu. Yang disediakan bagi orang-orang kafir”

Dari ayat diatas dapat kita lihat bahwa api neraka bahan bakarnya terbuat dari manusia dan batu. Kalau bahan bakarnya seperti itu tidak dapat kita bayangkan betapa panasnya neraka itu. Untuk itu takut lah kita akan neraka itu coba kita lihat air, air itu titik didih nya adalah 100°C lebih dari 100°C api akan berubah jadi uap. Kalau besi hanya mampu menahan panas kurang lebih 3000°C lebih dari itu besi meleleh, Nah, kalau batu 15000°C masih lah batu. Oleh karena itu kita tidak dapat bayangkan betapa panasnya api neraka itu. Oleh karena itu selagi masih ada umur, perbanyak lah kita beristighfar dan minta ampun kepada Allah SWT  dan banyak mengerjakan amal shaleh agar kita dijauhkan dari panasnya neraka itu. Na’udzubillah

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " MENDENGAR KATA “AN-NAAR” (NERAKA)? "