+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Mendoakan Mereka Yang Menyakitimu Adalah Emas Dan Berlian Yang Mulia dengan Kesabaran

Dewi Ayu Wahyuni Annur, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Curup, Prodi PAI, Literasi-Curup

Sabar adalah kekuatan yang luar biasa dimana hal yang menjadi contoh yang nyata dari suri tauladan kita bagindah Rasulullah SAW. Dimana kesabaran yang amat luar biasa yang di contohkan kekasih ALLAH SWT ini yang membuat aku kuat dalam menjalani setiap cobaan yang menghampiri dan mendekatku.

          Berawal dari dimana aku mendapatkan apa yang menjadi keinginanku yang sekarang telah aku dapatkan, baik dalam hal pekerjaan, dan teman. Mungkin apa ini yang namanya “semakin tinggi pohon itu maka akan semakin deras angin yang menerpa pohon tersebut”. Hal ini lah yang aku rasakan.  Dihari yang semulanya  baik-baik saja dengan pekerjaan yang setiap hari ku lewati dan dengan senyuman yang tak pernah pudar dibibirku. Aku melalui aktifitas sama seperti biasanya hanya saja di tahun ke 4 aku bekerja. Aku telah menjalani pekerjaanku dengan sebaik-baik mungkin dan dengan kata sempurna dalam setiap harinya.          

Hari ini aku seperti biasa pergi kekantor dengan pukul 06.50 wib. Membuka ruangan ku tempat aku bekerja yang masih sepi belum ada orang, merapikan buku dan alat-alat tulis yang ada diatas meja dan membersihkan ruanganku. Setelah beberapa jam mulai suara ramai terdengar dan apel pagi pun berjalan hikmat. Kegiatan-kegiatan dimulai. Pada kegiatan apel selesai aku mulai bergegas menuju ruanganku, ketika aku berjalan menujuh ruanganku terdengar suara atasanku yang memanggilku. “dewi” aku pun menoleh kebelakang dan melihat siapa yang memanggilku. Aku melihat atasanku memanggilku. Aku menghampiri sautan yang dilontarkan oleh atasanku “ ya, ada apa pak “ sautku. bapak menjawab kamu bisa keruangan saya, ada yang mau saya bicarakan”. Dalam hal ini aku merasakan deg-degan apa aku ada salah, apa yang aku kerjakan tidak benar dan banyak fikiran-fikiran ku yang membayangiku.

Dan ketika aku sampai diruangan tersebut atasanku mempersilahkanku duduk. Akupun duduk dan menayakan “ada apa ya pak” beliau menjawab begini kamu bisa tidak mewakili kantor kita untuk mengikuti kegiatan lomba tingkat nasional. Aku pun terkejut dan senang mendengarkan berita seperti itu. Aku pun menyanggupi perintah tersebut. selain itu pengalaman baruku dan ini juga menjadi awal yang luar biasa yang aku impi-impikan.

Ternyata ini salah satu doa yang perna aku mintak kepada ALLAH SWT  yang satu persatu dikabulkan. Tidak hanya itu di dalam dunia akademikku aku mendapatkan IPK yang coumloud dan beasiswa ini menambah rasa syukur yang teramat luar biasa yang aku rasakan. Setiap malam aku slalu merindukan sang pencipta dan menceritakan apa yang aku rasakan di dalam 2 rakaat seperempat malamku. Sungguh, allah sangat menyayangiku apa yang aku doakan selalui DIA kabulkan dengan cara yang luar biasa. Ternyata kenikmatan yang aku rasakan ini menjadi ujian yang luar biasa yang menyakitkanku.

Setelah kepulanganku dalam mewakili kantor dan provinsi ku yang mendapatkan juara. Hal ini adalah kebanggaan ku tetapi tidak bagi mereka yang menjatuhkan ku dengan cara-cara yang kasar dan kejam. Mereka yang memfitnahku dalam pekerjaanku. Memfitnahku dengan hal- hal yang tidak perna aku lakukan. Sakit memang dituduh yang bukan-bukan dari apa yang tidak perna aku kerjakan. Terkadang ada keinginanku untuk mendoakan yang jelek untuk bisa dikatakan menyumpah siapa yang memfitnahku tetapi ketika aku menceritakan kepada orang tuaku apa yang aku alami dan apa yang terjadi orang tuaku berkata” nak! Ingat jangan sampai kamu mendoakan orang yang jahat terhadapmu dengan doa yang buruk-buruk, ALLAH maha mengetahui cukup kamu doakan orang itu yang baik-baik dan bersabar. Karena allah akan memberi petunjuknya”. Hal ini yang menjadi penguatku karena aku masih dikelilingi oleh keluarga yang menyayangiku dan mulai saat itu aku merasa lebih kuat, disaat orang yang menjatuhkanku,yang memfitnahkan dan memburukkan namaku.

Aku yakin Allah akan memberikan petunjuknya. Saat itulah kesabaran diuji, didepan mereka aku tunjukkan aku kuat tetapi di dalam malamku aku sedih, aku menangis kenapa harus aku yang difitnah sekejam ini, sehingga membuat namaku menjadi buruk tapi aku yakin ini adalah cara Allah agar aku kuat dan slalu bersyukur tentang apa yang aku nikmati sekarang. obat penawar yang aku slalu ingat “doakan mereka yang menyakitimu” tak ada niat dihati ini untuk membalas ataupun membalas perlakuan yang sama seperti apa yang  apa dilakukan oleh orang lain.

Hal ini lah yang perlahan-lahan aku rasakan. Kenikmatannya pada akhirnya allah menunjukkan siapa yang salah, dan ia mendapatkan balasan yang setimpal dari allah. Dan aku mendapatkan tempat dimana aku dihargai dan ini lebih baik dari sebelumnya. Ternyata memang benar contoh yang diberikan Rasullullah tentang sabar dan mendoakan mereka yang menyakitimu. Karena allah akan memberikan yang terbaik dan kebenaran akan terungkap. Insyaallah.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Mendoakan Mereka Yang Menyakitimu Adalah Emas Dan Berlian Yang Mulia dengan Kesabaran "