+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Mengapa Kita Memperkuat Moderasi Beragama

Defenisi moderasi beragama jangan disalah artikan apalagi defenisi menurut masing – masing kita tanpa ada dasar kekuatan ilmu pengetahuan, sehingga bisa menimbulkan pemahaman yang salah, adanya basis ilmu pengetahuan adalah salah satu jaminan sebuah kebenaran, sehingga kita sangat memerlukan pandangan dari para ahli atau pakar di bidang Agama bila kajiannya tentang Agama atau di bidang lainnya._

Defenisi moderasi beragama sudah dijelaskan melalui buku Moderasi Beragama yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Agama hingga pada indikator – indikator moderasi beragama mulai dari Komitmen kebangsaan, anti kekerasan, sikap toleransi menghargai dan menghormati serta ramaha terhadap budaya dan relegi lokal yang ada di daerah kita masing – masing. Buku ini menjadi sumber informasi yang benar dan seharusnya kita rujuk apabila membahas tentang moderasi beragama, bukan mengambil pemahaman yang lain yang justru menimbulkan kesalahpahaman._

Melalui workshop penyusunan modul moderasi beragama, RMB IAIN Curup ingin menyampaikan bahwa pentingnya memhami moderasi beragama dari sumber yang benar, moderasi beragama adalah salah satu ajaran dari agama untuk kita hidup rukun dan damai, adanya modul moderasi beragama bisa manjadi salah saru sumber informasi dan rujukan bagi setiap dosen atau pendidik dalam hal mengajarkan tentang nilai – nilai moderasi beragama bagi mahasiswa._

Dr. Ahmad Zainul Hamdi Ketua Rumah Moderasi Beragama PTKI yang akrab dipanggil dengan Mas Ahmad Inung narasumber dalam kegiatan Workshop Moderasi Beragama menyampaikan argumentasi faktual mengapa Moderasi Beragama sangat penting di Perguruan Tinggi diantaranya; Kuatnya arus intoleransi dan kekerasan atas nama agama hingga munculnya tindakan terorisme dan separatisme, Munculnya radikalisasi di lingkungan perguruan tinggi, adanya fenomena “matinya kepakaran” atau The Death of Expertise.

Fenomena “matinya kepakaran” atau The Death of Expertise sangat jelas disampaikan oleh beliau yang sekarang menjadi bahan informasi yang kita terima di berbagai media termasuk di media sosial, seakan – akan semua orang adalah pakar atau ahli sehingga bisa menyampaikan argumentasi yang tidak di dasari dengan kekuatan ilmu pengetahuan hanya dengan argumentasi menurut saya — menurut saya — menurut saya, ——

Kemudian kecanggihan dalam membingkai atau membungkusnya dengan berbagai fitur menarik di share di berbagi media sehingga menjadi sebuah kebenaran padahal itu hanyalah pendapat yang belum teruji secara ilmiah atau ilmu pengetahuan dan banyak yang mengikutinya. Kita sebagai cendikiawan, dosen, pendidik yang selalu bergelut dengan buku, jurnal, riset sudah seharusnya kita tampil di media untuk menyampaikan kebenaran, dan kita adalah pakar, kita belajar, sehingga bisa mengurangi beredarnya berita – berita bohong yang sangat merisaukan masyarakat.

Selanjutnya argumentasi mengapa moderasi beragama sangat penting di perguruan tinggi dikarenakan munculnya sikap intoleran dan kurangnya perilaku komitmen kebangsaan. Sebagai bentuk refleksi beliau menyampaikan idealnya perguruan tinggi adalah referensi shahih bagi masyarakat untuk mengerti dan memahami dunia dengan berbagai fenomena dan problematika yang ada, —-

Idealnya perguruan tinggi Keagamaan Islam adalah sumber yang shahih bagi masyarakat untuk menjawab pertanyaan problematika keagamaan yang terjadi untuk memhami Islam dengan baik dan benar. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam memanggul disampaikan beliau tentang dua kewajiban yaitu moral dan institusional yang harus kita jalankan dengan baik._

Moderasi Beragama : Saatnya Kita Speak Up. Mari wujudkan Indonesia yang Rukun, Damai, Adil dan Sentosa. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh._

Sumarto.

Sumarto sumarto

Respond For " Mengapa Kita Memperkuat Moderasi Beragama "