+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Modul Moderasi Beragama; Internalisasi, Kontekstualisasi dan Aktualisasi

Kajian materi modul moderasi beragama disampaikan dengan begitu jelas dan terperinci oleh Dr. Phil. Suratno, M.A Ketua The Lead Institute Universitas Paramadina Jakarta. Hal yang sangat menarik di awal materi beliau menyampaikan bahwa Islam dan Diplomasi Internasional; sejak 2004 Kementerian Luar Negeri RI telah mengkampanyekan Islam yang moderat sebagai wajah dari Indonesia, mewujudkan Indonesia yang moderat dan cinta perdamaian.

Tujuannya dalah melawan narasi – narasi ekstrimisme teroris yang ada di Indonesia dan dunia, serta Islamophobia oleh non muslim, menghilangkan rasa takut terhadap Islam, karena Islam adalah agama yang Rahmatan lil ‘alamin, Islam adalah agama yang damai, cinta persatuan dan kesatuan dan menolak keras tindakan kekerasan bahkan tindakan terorisme yang menghacurkan masyarakat menghilangkan banyak nyawa manusia yang tidak berdosa._

Ada 3 wacana diplomatis dan ini harus kita sampaikan juga; Islam yang moderat sebagai identitas dan karakteristik relegius, Islam yang moderat yaitu living tradition and compatible with democracy dan Islam yang moderat sebagai bentuk konseptual dan perilaku yang menolak dan melawan segala bentuk ekstrimisme – terorisme di Indonesia dan dunia._

Penyusunan modul moderasi beragama harus dengan konsep internalisasi, kontekstualisasi dan aktualisasi, tidak bisa moderasi beragama hanya dalam tatanan konsep yang hanya di baca saja, tetapi harus di ajarkan, di amalkan dan menjadi kebiasaan sehingga terwujud menjadi karakter kebangsaan. Dimulai dari Chapter 1; Backgrounds, Chapter 2 Internalizing Relegius Moderation, Chapter 3 Contextualizing Relegius Moderation dan Chapter 4 Actualizing Relegius Moderation dan yang terakhir Chapter 5 Quo-Vadis Relegius Moderation._

Ada banyak langkah – langkah yang kita lakukan dalam menerapkan moderasi beragama diantaranya; kontra – radikalisasi yang tindakan untuk menolak kekerasan dengan melakukan kontra narasi terhadap ekstrimisme – terorisme, mengajak para pemuda pemuda yang aktif dengan kegiatan yang positif, meningkatkan semangat kebangsaan, kreatif dan inovatif, nasionalisme; menanamkan cinta tanah air sebagai bentuk komitmen kebangsaan yang kuat dan tangguh._

Agama adalah cinta damai, tidak ada agama yang menginginkan perpecahan dan kehancuran, Agama adalah pedoman dan jalankan kita menuju perdamaian, kesejahteraan. Islam Rahmatan lil ‘alamin._

Sumarto.

Sumarto sumarto

Respond For " Modul Moderasi Beragama; Internalisasi, Kontekstualisasi dan Aktualisasi "