+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Pendidikan “Sebagai Cara, Citra dan Bahagia”

(Dr. Sumarto, M.Pd.I Dosen IAIN Curup – Bengkulu)

Pendidikan bukan sekedar proses normatif untuk mewujudkan cita cita perundang undangan, tetapi pendidikan adalah proses manusiawi untuk menjadikan sejatinya manusia yang memiliki karakter dan tanggung jawab sebagai insan beragama, berbangsa dan bernegara.

Pendidikan juga harus diperjuangkan dengan cara yang terhormat dan sesuai dengan nilai – nilai kemanusiaan, seperti proses pemberian gaji, tunjangan dan honor bagi guru honor yang masih saja diperdebatkan seharusnya diberikan. Pendidikan dengan cara tertentu ada kepentingan-kepentingan di baliknya, yang sering disebut sebagai politik pendidikan, hal tersebut tidak salah, karena tidak ada manusia yang tidak memiliki kepentingan yang menjadi “masalahnya” ketika kepentingan pribadi menjadi kepentingan utama, sehingga kepentingan publik banyak di kesampingkan. Seharusnya kepentingan publik yang dikedepankan dibandingkan kepentingan pribadi dalam hal ini kebijakan pendidikan yang berpengaruh kepada anggaran pendidikan.

Karena sesuai dengan amanat Undang Undang pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003. Pemahaman pendidikan ada 4 yaitu 1. Pendidikan adalah hak setiap warga, pendidikan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus diberikan dan dijaga. 2. Pendidikan harus dilaksanakan secera berkelanjutan dengan proses yang sudah ditentukan untuk meningkatkan karakter keperibadian dan kemampuan daya pikir, rasa dan kinestetik. 3. Pendidikan diberikan kepada publik, untuk tercapainya perdamaian, keamanan dan kesejahteraan, dengan pendidikan masyarakat semakin dewasa dan cerdas dalam menyikapi setiap problematikan kehidupan, menurut Plato, yang dikutip penulis bahwa tujuan pendidikan adalah memberikan kebahagian. 4. Pendidikan untuk menjaga stabilitas dalam negeri, keseimbangan di setiap sektor kehidupan seperti stabilitas ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.

Tentunya pendidikan sebagai cara, citra dan bahagia harus di maknai dengan karakter yang baik, mampu menjadi kontrol sosial dari setiap dimensi sosial yang ada di masyarakat, sehingga stabilitas kehidupan dapat terjaga dengan adil, aman dan sejahtera. (Sumarto – Dosen IAIN Curup bengkulu).

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Pendidikan “Sebagai Cara, Citra dan Bahagia” "