Site icon Literasi Kita Indonesia

SANTRI RA DAN SD LITERASI QUR’ANI BELAJAR BERSAMA SYAIKH MAHMUD HANI IBRAHIM AD-DRIMLI DARI PALESTINA

SAFARI DAKWAH SYAIKH MAHMUD DARI PALESTINA

SANTRI RA DAN SD LITERASI QUR’ANI SEMANGAT MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL QUR’AN

Safari Ramadhan bersama Syaikh Mahmud Hani Ibrahim Ad-Dirimli bersama Santri SD Literasi Qur’ani dan RA Tunas Literasi Qur’ani. “Di bulan yang penuh berkah ini, Safari Ramadhan menjadi pengingat bahwa indahnya Islam ada pada kebersamaan. Duduk bersama, mendengar tausiyah, berbagi senyum dan doa. Semoga setiap langkah yang kita tempuh di malam Ramadhan bernilai ibadah dan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah kelak.”

Pentingnya menanamkan literasi Qur’ani sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak RA dan SD, merupakan langkah awal dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Pada masa ini, anak-anak berada dalam fase emas perkembangan, di mana mereka sangat mudah menyerap ilmu, termasuk dalam belajar membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an.

Belajar Al-Qur’an tidak hanya sekadar mengenal huruf dan membaca ayat, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup. Ketika anak-anak dibimbing dengan metode yang baik dan penuh kasih, mereka akan tumbuh dengan kebiasaan yang positif serta hati yang dekat dengan nilai-nilai kebaikan. Dari sinilah akan lahir karakter disiplin, sabar, dan penuh tanggung jawab dalam diri anak.

Kehadiran Syaikh Mahmud dari Palestina dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an menjadi kesempatan yang sangat berharga. Selain memberikan pengalaman belajar langsung dari seorang yang ahli dalam tilawah dan ilmu Al-Qur’an, anak-anak juga dapat merasakan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang datang dari tanah yang penuh sejarah Islam. Hal ini dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka untuk lebih giat belajar dan menghargai Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, interaksi langsung dengan Syaikh Mahmud juga membuka wawasan anak-anak tentang persaudaraan umat Islam di berbagai belahan dunia. Mereka belajar bahwa Al-Qur’an adalah pemersatu umat, yang menghubungkan hati kaum muslimin tanpa batas negara dan budaya. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membangun rasa empati, kepedulian, dan solidaritas sejak dini.

Melalui kegiatan belajar bersama ini, anak-anak juga dilatih untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami adab dalam membaca, serta membiasakan diri mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini akan membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Peran orang tua dan guru juga menjadi sangat penting dalam mendukung proses ini. Dengan memberikan motivasi, teladan, serta lingkungan yang kondusif, anak-anak akan semakin semangat dalam belajar Al-Qur’an. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan para pengajar seperti Syaikh Mahmud akan memperkuat fondasi pendidikan Qur’ani yang kokoh.

Dengan demikian, literasi Qur’ani bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang membangun karakter, menanamkan nilai, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak sejak dini. Diharapkan dari upaya ini akan lahir generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya dalam kehidupan, serta mampu menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya.


Exit mobile version