+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Spirit Puasa Solusi Integritas Bangsa

Parluhutan Siregar

(Sekretaris Ikatan Sarjana Nadhalatul Ulama Pekanbaru) – Komunitas Literasi Pekanbaru

Ramadhan sesungguhnya adalah klinik rohani bagi kita ummat Muslim. Sebab kalau kita mau jujur terlalu banyak lautan hikmah yang dapat kita selami dari Ramadhan ini, lebih-lebih pesan moral ibadah puasa yang terdapat didalamnya. Ditengah kondisi politik bangsa yang kurang stabil saat ini, kiranya perlu bersama-sama mencari solusi dan insprasi dari ritual puasa yang sedang kita jalani saat ini. Lantas apa signifikansi puasa bagi persatuan bangsa?

Pertama, harus disadari bahwa puasa hakikatnya adalah pengendalian diri (self controlling) agar tidak terjebak pada memperturutkan dan mempertuhankan hawa nafsu. Hari ini, begitu banyak orang yang bernafsu untuk berkuasa, sehingga ia pun tidak segan-segan untuk menghalalkan segala cara. Terkadang api sentimen Ras dan Agama pun kian menyala. Padahal sentimen SARA merupakan pantangan sebuah negara, ia adalah benih-benih yang dapat menghancurkan serta memporak-porandakan kesatuan bangsa. Jika sudah sampai tahap ini, puasa mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran menahan diri untuk tidak memperturutkan syahwat kekuasaan apalagi dengan memperalat sentimen Ras dan Agama. Karena prilaku seperti ini dapat menodai integritas Bangsa.

Kedua, aktivitas kebersamaan dengan intensitas yang lebih tinggi di bulan Ramadahan lebih terasa dibanding bulan-bulan yang lain, seperti adanya kegiatan –kegiatan tadarus bersama, buka bersama, iktikaf, belum lagi tarawih dan sholat lima waktu secara berjamaah. Tentu ini adalah simbol persatuan yang harus dibawa pada ranah yang lebih makro, yakni kebersamaan dalam membangun bangsa dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah Wathaniyah dan tidak terjebak pada hal-hal sepele seperti persoalan ras dan budaya. Semoga saja spirit puasa 1440 H tahun ini dapat kita kembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Spirit Puasa Solusi Integritas Bangsa "