
Rejang Lebong, September 2026 — Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong menggelar “Gerakan Literasi Bulan Bahasa” melalui kegiatan menulis buku kumpulan cerita pendek (cerpen) bersama dengan mengangkat tema “Keluarga dan Sekolah.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus mendorong peserta didik dan pendidik untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang kreativitas kepada peserta didik dalam menuangkan pengalaman, gagasan, imajinasi, dan nilai-nilai kehidupan melalui karya sastra. Tema keluarga dan sekolah dipilih karena kedua lingkungan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kebiasaan, dan perkembangan anak.
Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Sumarto, M.Pd.I dan Dr. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I Pembina Unit Sekolah SPS, RA, dan SD Literasi Qur’ani, menyampaikan bahwa gerakan literasi perlu dikembangkan melalui kegiatan nyata dan menyenangkan. Menulis cerpen menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan literasi kepada anak secara kreatif sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk menghasilkan karya.
Menurutnya, kegiatan menulis tidak hanya bertujuan menghasilkan sebuah buku, tetapi juga melatih peserta didik untuk membaca, mengamati lingkungan, menyusun gagasan, menggunakan bahasa dengan baik, dan menyampaikan pesan melalui tulisan.
Melalui tema Keluarga dan Sekolah, peserta didik diajak menggali berbagai pengalaman dan nilai positif yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Cerita tentang kasih sayang keluarga, hubungan antara anak dan orang tua, persahabatan, pengalaman belajar, guru, teman, lingkungan sekolah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cita-cita dapat dikembangkan menjadi cerita yang menarik dan memiliki pesan pendidikan.
Gerakan Literasi Bulan Bahasa juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara literasi, pendidikan karakter, dan Literasi Qur’ani. Setiap karya diarahkan agar mengandung nilai-nilai positif seperti kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam proses penulisan, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari menemukan ide cerita, menentukan tokoh dan latar, menyusun alur, menulis dialog, mengembangkan konflik sederhana, hingga melakukan penyuntingan. Pendampingan tersebut bertujuan agar peserta memahami bahwa menulis merupakan proses yang membutuhkan latihan, ketekunan, dan keberanian untuk terus memperbaiki karya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman bahwa anak bukan hanya sebagai pembaca buku, tetapi juga dapat menjadi penulis buku. Dengan menghasilkan karya bersama, peserta didik memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan pengalaman dan gagasan mereka sekaligus membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan literasi yang dimiliki.
Bagi SPS, RA, dan SD Literasi Qur’ani, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan satuan pendidikan. Membaca dan menulis diharapkan tidak hanya dilakukan ketika ada tugas pembelajaran, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Buku kumpulan cerpen yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi dokumentasi karya peserta didik dan pendidik, bahan bacaan di lingkungan sekolah, serta media untuk memperkenalkan budaya menulis kepada masyarakat. Karya tersebut juga dapat menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan dan sumber bacaan yang dekat dengan pengalaman kehidupan anak.
Dr. Sumarto, M.Pd.I menegaskan bahwa budaya literasi perlu dibangun secara bersama-sama antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Sekolah menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama yang memberikan teladan dan dukungan terhadap kebiasaan literasi anak.
Melalui Gerakan Literasi Bulan Bahasa, Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong berharap semakin banyak peserta didik yang berani membaca, berani menulis, dan berani menghasilkan karya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam mengembangkan pendidikan berbasis literasi yang kreatif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Bulan Bahasa, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan seperti pojok baca, jurnal harian, majalah sekolah, lomba menulis, bedah buku, membaca bersama, penerbitan karya siswa, dan pengembangan perpustakaan sekolah. Dengan semangat “Membaca, Menulis, Berkarya,” Yayasan Literasi Kita Indonesia terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan literasi sekaligus karakter yang baik. (Tim YLKI)
