+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Zakat itu membersihkan dan mensucikan

Sumarto (IAIN Curup)

Zakat menjadi bagian dari rukun Islam, menunaikan zakat menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam, sesuai dengan kadar dan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada bulan suci Ramadhan 1440 H ini menjadi hikmah, pelajaran penting untuk mengetahui proses pelaksanaan pembayaran zakat fitrah dan zakat mal dan pembentukan panitia/amil zakat. Zakat tidak hanya sekedar memberikan beras atau uang melalui amil zakat untuk disalurkan kepada para mustahiq (penerima zakat), tetapi zakat merupakan bagian yang sangat penting untuk meningkatkan ekonomi umat Islam, tentunya pengelolaan zakat harus dilakukan dengan tepat dan benar.

Setiap umat Islam wajib mengeluarkan zakat, karena setiap umat Islam yang sudah sesuai kadarnya untuk menjadi muzakki wajib mengeluarkan zakat, tujuannya adalah sebagaimana dalam QS. At-Taubah: 103, Allah Subhanahu wata’ala berfirman Artinya: ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan [658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. At-Taubah: 103). [658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda. [659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Dari . (QS. At-Taubah: 103) dapat dipahami, bahwa setiap harta yang dicari dan didapat, bukanlah milik kita semua, dalam harta yang kita miliki, ada hak miliki orang lain yang lebih berhak dari pada kita, tetapi kita sebagai perantara dari Allah Subhanahu wata’ala untuk memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dengan sebahagian harta yang kita berikan kepada mustahiq, dapat menjadi jalan pintu rezeki bagi mereka untuk hidup yang lebih baik, lebih berkah dan lebih damai dengan kecukupan yang diberikan Allah Subhanahu wata’ala. Karena Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah memberikan kekurangan kepada manusia, Allah Subhanahu wata’ala memberikan kelebihan dan kecukupan kepada hamba-Nya, dengan tujuan kita selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wata’ala.

Dalam surat dan ayat berikutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang Artinya: dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'[44]. (QS. Al-Baqarah: 43). [44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama’ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk. Dapat dipahami, bahwa perintah mendirikan sholat dan menunaikan zakat bersamaan di sampaikan, karena betapa pentingnya menjalankan sholat dan zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam, dengan tujuan dan manfaatnya bukan kepada Allah Subhanahu wata’ala, tetapi manfaatnya diberikan Allah Subhanahu wata’ala kepada umat Islam, agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya dari setiap perilaku yang tidak baik dan merugikan, agar manusia menjadi insan yang social, peduli kepada sesame dan saling membantu dalam kebaikan serta selalu menjaga ukhuwah Islamiyah. Begitu juga berikutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman yang Artinya: dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 110).

Dalam bulan suci Ramadhan 1440 H, sudah saatnya kita untuk melakukan perbuatan yang baik dan ibadah yang baik, diantaranya dengan menjalan sholat dan menunaikan zakat, karena kita hidup di dunia hanya sementara, kehidupan yang kekal dan abdi adalah akhirat, kenikmatan dan kebahagian yang abadi adalah akhirat, di dunia sebagai lading kita untuk melakukan amal sholeh, sebagai bekal untuk menuju akhirat, momentum bulan suci Ramadhan 1440 H, banyak mengajarkan kita banyak hal untuk lebih baik dan lebih taqwa kepada Allah Subhanahu wata’ala, yang menciptkan kita, yang mengasihi kita dan memberikan terbaik untuk kita semua, memberikan apa yang kita butuhkan buka apa yang selalu kita inginkan. Dengan ber-zakat adalah cara yang terbaik bagi kita untuk saling membantu saudara-saudari kita dan merayakan hari Raya Idul Fitri dengan kemenangan dan kebahagiaan.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Zakat itu membersihkan dan mensucikan "