GOL A GONG DUTA BACA INDONESIA “SD LITERASI QUR’ANI SUMBER INSPIRASI GERAKAN LITERASI NASIONAL”

Rejang Lebong, Upaya membangun budaya literasi di Kabupaten Rejang Lebong terus dikembangkan melalui kolaborasi antara satuan pendidikan, pemerintah daerah, perpustakaan, keluarga, masyarakat, dan berbagai pegiat literasi. Kehadiran Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, di SD Literasi Qur’ani Yayasan Literasi Kita Indonesia Kabupaten Rejang Lebong menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Sumarto, Pembina Unit Pendidikan, Dr. Emmi Kholilah Harahap, serta Duta Baca Indonesia, Gol A Gong. Turut hadir Staf Ahli Bupati Rejang Lebong dan Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Rejang Lebong, yang menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun budaya literasi di daerah.

Membangun Literasi dari Rejang Lebong

Gerakan literasi di Kabupaten Rejang Lebong membutuhkan proses yang panjang, konsisten, dan melibatkan banyak pihak. Literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku atau membangun perpustakaan, tetapi perlu menciptakan kebiasaan membaca, budaya menulis, ruang berdiskusi, kesempatan berkarya, serta lingkungan yang menghargai pengetahuan dan kreativitas.

Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk memulai gerakan tersebut. Dari sekolah, anak-anak diperkenalkan dengan buku, cerita, puisi, tulisan, penelitian sederhana, seni, budaya, dan berbagai bentuk karya yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir serta kreativitas.

Dalam konteks tersebut, SD Literasi Qur’ani Yayasan Literasi Kita Indonesia berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan pendidikan. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga didorong untuk menulis, bercerita, berdiskusi, menciptakan karya, dan berani menyampaikan gagasan.

Kehadiran Gol A Gong memberikan energi positif bagi peserta didik. Sebagai Duta Baca Indonesia, pengalaman dan kiprahnya dalam dunia literasi menjadi inspirasi bahwa membaca dapat membuka cakrawala pengetahuan, sedangkan menulis dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pengalaman, gagasan, dan cita-cita.

Literasi sebagai Gerakan Bersama

Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Sumarto, menekankan bahwa membangun literasi di Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja. Diperlukan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah dan madrasah, perguruan tinggi, keluarga, komunitas, dunia usaha, media, serta masyarakat.

Menurutnya, literasi harus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki budaya membaca dan belajar akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Gerakan literasi harus tumbuh dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Dari Rejang Lebong kita membangun budaya membaca, menulis, berkarya, dan berbagi pengetahuan untuk Indonesia,” menjadi semangat yang terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan Yayasan Literasi Kita Indonesia.

Sementara itu, Pembina Unit Pendidikan Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Emmi Kholilah Harahap, menegaskan bahwa pendidikan berbasis literasi harus dimulai sejak usia dini dan dilanjutkan secara berkelanjutan pada setiap jenjang pendidikan.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan yang memberikan kesempatan untuk mengenal buku, mendengarkan cerita, membaca, menulis, bertanya, berimajinasi, dan menghasilkan karya. Karena itu, keluarga dan sekolah harus berjalan bersama dalam membangun kebiasaan literasi.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Perpustakaan

Kehadiran Staf Ahli Bupati Rejang Lebong dan Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Rejang Lebong menjadi bagian penting dalam membangun sinergi gerakan literasi di daerah.

Pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam menciptakan ekosistem literasi melalui kebijakan, penguatan perpustakaan, penyediaan akses bahan bacaan, dukungan terhadap komunitas literasi, serta fasilitasi berbagai kegiatan membaca dan menulis.

Perpustakaan juga tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat dikembangkan sebagai pusat belajar masyarakat, ruang kreativitas, tempat bertemu para pegiat literasi, dan ruang lahirnya berbagai karya masyarakat Rejang Lebong. Sinergi antara pemerintah daerah, perpustakaan dan satuan pendidikan diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan berbagai kegiatan literasi.

Dari Sekolah untuk Gerakan Literasi Nasional

SD Literasi Qur’ani menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut dengan mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan literasi, nilai-nilai Qur’ani, karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Literasi di sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca di dalam kelas. Literasi perlu hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari pembelajaran, kegiatan seni dan budaya, penulisan puisi, cerita, karya ilmiah sederhana, kegiatan perpustakaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga berkembang menjadi penulis, pencipta karya, komunikator, pemecah masalah, dan generasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kehadiran Gol A Gong juga menjadi pengingat bahwa gerakan literasi membutuhkan keteladanan dan keberanian untuk terus berkarya. Anak-anak perlu melihat bahwa membaca dan menulis bukan sekadar tugas sekolah, tetapi dapat menjadi jalan untuk mengenal dunia dan menyampaikan suara generasi muda.

Rejang Lebong sebagai Ruang Tumbuh Literasi

Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi besar untuk mengembangkan gerakan literasi berbasis masyarakat. Kekayaan budaya, sejarah, lingkungan alam, pengalaman masyarakat, tradisi lokal, dan kreativitas generasi muda dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus bahan karya literasi.

Karena itu, membangun literasi di Rejang Lebong berarti juga mendokumentasikan pengetahuan lokal, mengangkat cerita masyarakat, menulis tentang budaya daerah, mengenalkan potensi lingkungan, serta memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk berkarya.

Gerakan tersebut diharapkan dapat melahirkan semakin banyak penulis, pembaca, pegiat literasi, komunitas belajar, perpustakaan yang aktif, serta sekolah yang memiliki budaya literasi yang kuat. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Kita Indonesia, satuan pendidikan, pemerintah daerah, Dinas Perpustakaan, Duta Baca Indonesia, keluarga, dan masyarakat, semangat membangun literasi di Kabupaten Rejang Lebong terus dikembangkan.

Dari Rejang Lebong untuk Indonesia. Membaca membuka wawasan. Menulis melahirkan gagasan. Berkarya menginspirasi perubahan. Literasi untuk kemajuan dan kesejahteraan.

Dokumentasi Kegiatan :

Perpustakaan SD LQ
SD Literasi Qur’ani
Penyambutan Tamu
Staf Ahli Bupati RL
Tari Kejei SD Literasi Qur’ani
Gerakan Literasi Sekolah
Penampilan Bertutur SD LQ Bersama Gol A Gong
Komitmen Bersama Gerakan Literasi Sekolah
Sumarto sumarto

Leave a Reply

Your email address will not be published.