PKBM Literasi Qur’ani Melalui TKA Wujudkan Lulusan yang Kompeten dan Berdaya Saing

REJANG LEBONG – Pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan jenjang pendidikan formal. Melalui Program Paket C, masyarakat mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA), sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi akademik. Salah satu upaya untuk mengukur capaian akademik tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di PKBM Literasi Qur’ani, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Sebanyak sembilan peserta didik Program Pendidikan Kesetaraan Paket C mengikuti pelaksanaan TKA di PKBM Literasi Qur’ani. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan, khususnya dalam mengukur kemampuan akademik peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.
Kepala PKBM Literasi Qur’ani, Fahrizal Harahap, SH, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA merupakan salah satu instrumen penting untuk mengetahui capaian kemampuan akademik warga belajar. Menurutnya, sembilan peserta yang mengikuti TKA Paket C di PKBM Literasi Qur’ani diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian asesmen dengan baik.
“Peserta yang mengikuti Ujian TKA Paket C di PKBM Literasi Qur’ani ada sembilan orang. Melalui TKA, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan Paket C sekaligus mengukur kemampuan akademik peserta didik,” ungkap Fahrizal Harahap.
Ia menambahkan bahwa pendidikan kesetaraan bukan hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh ijazah setara SMA, tetapi juga harus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian, peserta didik memiliki bekal pengetahuan dan kompetensi untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
TKA sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Kesetaraan
Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Dr. Sumarto, M.Pd.I, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TKA di PKBM Literasi Qur’ani. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam membangun budaya akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat mutu pendidikan kesetaraan.
“Melalui TKA, kita mendorong PKBM agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Pendidikan kesetaraan harus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Dr. Sumarto.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan PKBM memiliki kontribusi penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan kesetaraan perlu terus diperkuat melalui peningkatan kualitas tutor, pengembangan program pembelajaran, penguatan manajemen kelembagaan, serta evaluasi capaian belajar peserta didik.
Bagi Yayasan Literasi Kita Indonesia, PKBM Literasi Qur’ani menjadi salah satu wujud nyata gerakan literasi dan pendidikan masyarakat. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan membangun kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Evaluasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik
Pelaksanaan TKA juga mendapatkan perhatian dari para tutor PKBM Literasi Qur’ani. Septisna Lusfa, S.Pd dan Gunawan Saputra, S.Pd menyampaikan bahwa TKA tidak hanya memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi tutor dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
“Dengan pelaksanaan TKA, hasil yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi bagi tutor dalam memperbaiki proses pembelajaran. Kami dapat melihat capaian akademik peserta didik dan menjadikannya sebagai pertimbangan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif,” ungkap Septisna Lusfa dan Gunawan Saputra.
Menurut para tutor, keberhasilan pendidikan kesetaraan membutuhkan kerja sama antara pengelola PKBM, tutor, dan peserta didik. Proses pembelajaran harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan, kemampuan, serta karakteristik warga belajar. Melalui evaluasi pembelajaran, tutor diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik, komunikatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik.
Membangun Masa Depan Melalui Pendidikan Kesetaraan
Pelaksanaan TKA Paket C di PKBM Literasi Qur’ani menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lembaga dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Sembilan peserta yang mengikuti asesmen tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar pelaksanaan tes, TKA menjadi salah satu bagian dari ekosistem peningkatan mutu pendidikan. Hasil asesmen dapat menjadi informasi penting bagi peserta didik, tutor, dan pengelola lembaga untuk memahami capaian pembelajaran serta menentukan langkah perbaikan ke depan.
Dengan dukungan Yayasan Literasi Kita Indonesia, pengelola PKBM, dan para tutor, PKBM Literasi Qur’ani terus berkomitmen mengembangkan pendidikan kesetaraan yang berkualitas, berorientasi pada peningkatan kompetensi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari pendidikan kesetaraan, tumbuh harapan baru. Dari ruang-ruang pembelajaran PKBM, lahir generasi pembelajar yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan daya saing untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dokumentasi :




- Pendampingan Lapangan Program Revitalisasi SPS Literasi Qur’ani: Wujudkan Sekolah yang Berkualitas dan Ramah Anak - November 8, 2026
- PKBM Literasi Qur’ani Melalui TKA Wujudkan Lulusan yang Kompeten dan Berdaya Saing - November 8, 2026
- Gema Bulan Bahasa SD Literasi Qur’ani “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing” - November 3, 2026
Leave a Reply