Pendampingan Lapangan Program Revitalisasi SPS Literasi Qur’ani: Wujudkan Sekolah yang Berkualitas dan Ramah Anak

REJANG LEBONG – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pemenuhan fasilitas pendidikan, tetapi juga menuntut ketepatan pelaksanaan, kesesuaian dengan petunjuk teknis, serta akuntabilitas pengelolaan program. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan pendampingan lapangan Program Revitalisasi di SPS Literasi Qur’ani, Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Fasilitator, Bapak Egga, melaksanakan pendampingan dengan menggunakan Instrumen Visitasi dan Pendampingan Lapangan Program Revitalisasi dan USB Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun Anggaran 2026. Melalui instrumen tersebut, fasilitator menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait perkembangan pelaksanaan program, kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, administrasi kegiatan, serta kesiapan satuan pendidikan dalam menyusun laporan dan pertanggungjawaban.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengendalian mutu pelaksanaan revitalisasi. Pendampingan tidak sekadar memeriksa perkembangan pembangunan, tetapi juga memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan program.
Dalam hasil pendampingan tersebut, Fasilitator Egga menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Revitalisasi di SPS Literasi Qur’ani berjalan dengan baik dan lancar. Pelaksanaan kegiatan dinilai sesuai dengan target yang telah ditetapkan serta kalender kerja program. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi dan komitmen dari tim pelaksana dalam menjalankan setiap tahapan pembangunan.
Pendampingan dan Pengawasan sebagai Instrumen Pengendalian Mutu
Keberhasilan program revitalisasi membutuhkan pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan. Pengawas, Bram Putra, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Revitalisasi di SPS Literasi Qur’ani telah mengacu pada panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.
“Program Revitalisasi di SPS Literasi Qur’ani sesuai dengan panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Kami juga melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk melihat progres pembangunan,” ungkap Bram Putra.
Menurutnya, pengawasan merupakan bagian penting untuk memastikan pekerjaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, standar pelaksanaan, dan ketentuan yang berlaku. Dengan pengawasan secara berkelanjutan, berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi secara tepat.
Dalam konteks pengelolaan pembangunan satuan PAUD, keterlibatan fasilitator dan pengawas menjadi elemen penting untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan. Keduanya memberikan penguatan agar program revitalisasi tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan sarana dan prasarana pendidikan yang benar-benar bermanfaat bagi anak-anak.
Kepala SPS: Pendampingan Memberikan Informasi dan Solusi
Kepala SPS Literasi Qur’ani, Diana Putri Pertiwi, menyambut baik pelaksanaan pendampingan lapangan yang dilakukan oleh fasilitator. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan banyak informasi penting bagi sekolah, terutama dalam memahami proses penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban program.
“Pendampingan yang dilaksanakan fasilitator ke sekolah kami memberikan informasi penting untuk penyusunan laporan dan pertanggungjawaban. Pendampingan juga memberikan saran dan solusi sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan petunjuk teknis,” jelas Diana Putri Pertiwi.
Ia menilai bahwa pendampingan lapangan menjadi kesempatan bagi satuan pendidikan untuk memperoleh arahan secara langsung mengenai aspek teknis dan administratif. Dengan demikian, tim pelaksana dapat memahami tanggung jawabnya, memperbaiki kekurangan, serta memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Bagi SPS Literasi Qur’ani, pendampingan tersebut juga memperkuat kesiapan lembaga dalam mengelola hasil revitalisasi agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran anak usia dini.
Ketua Yayasan: Mengutamakan Akuntabilitas dan Tanggung Jawab
Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, Sumarto, menegaskan bahwa yayasan memberikan bimbingan dan arahan kepada Tim Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SPS Literasi Qur’ani agar seluruh pelaksanaan Program Revitalisasi berjalan sesuai panduan, mengedepankan akuntabilitas, serta memenuhi ketentuan laporan pertanggungjawaban.
“Kita di yayasan memberikan bimbingan kepada Tim P2SP SPS Literasi Qur’ani agar menjalankan Program Revitalisasi sesuai dengan panduan, mengutamakan akuntabilitas, dan menyusun laporan pertanggungjawaban dengan baik,” ungkap Sumarto.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, tanggung jawab, ketepatan perencanaan, dan kesesuaian dengan petunjuk teknis. Oleh karena itu, koordinasi antara yayasan, kepala satuan pendidikan, Tim P2SP, fasilitator, dan pengawas harus terus diperkuat. Lebih lanjut, Sumarto menyampaikan bahwa Program Revitalisasi memberikan manfaat besar bagi pengembangan SPS Literasi Qur’ani. Pembangunan dan peningkatan fasilitas sekolah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman, aman, dan lengkap.
“Program revitalisasi ini juga membantu sekolah kita menjadi sekolah yang nyaman dengan fasilitas yang semakin lengkap, sehingga anak-anak kita semakin semangat belajar. Kita ingin memastikan bahwa pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus memiliki orientasi yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan bangunan fisik. Fasilitas yang baik harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, mendukung tumbuh kembang anak, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.
Ketua P2SP: Koordinasi Menjadi Kunci Pelaksanaan Pembangunan
Sementara itu, Ketua P2SP SPS Literasi Qur’ani, Fahrizal, menyampaikan bahwa tim pelaksana terus berupaya menjalankan Program Revitalisasi dengan baik melalui koordinasi bersama berbagai pihak, khususnya perencana dan pengawas.
“Program revitalisasi kita laksanakan dengan baik dan selalu berkoordinasi dengan perencana dan pengawas. Koordinasi ini penting agar setiap tahapan pembangunan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ungkap Fahrizal.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan perencana dan pengawas sangat membantu tim pelaksana dalam memahami aspek teknis pembangunan, menjaga kesesuaian pekerjaan, serta mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi selama proses pelaksanaan.
Sinergi antara tim pelaksana, perencana, dan pengawas menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang optimal.
Dari Revitalisasi Infrastruktur Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini
Pendampingan lapangan Program Revitalisasi SPS Literasi Qur’ani memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan satuan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai unsur. Fasilitator memberikan pendampingan, pengawas memastikan kesesuaian pelaksanaan, kepala sekolah mengoordinasikan kebutuhan satuan pendidikan, yayasan memberikan pembinaan, dan Tim P2SP menjalankan tanggung jawab teknis pembangunan.
Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penting bagi SPS Literasi Qur’ani untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Lebih dari pembangunan fisik, program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak melalui penyediaan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Dari Desa Tasik Malaya, semangat membangun pendidikan anak usia dini terus tumbuh. SPS Literasi Qur’ani berkomitmen menjadikan fasilitas pendidikan yang semakin baik sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Sebab, pembangunan pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mendirikan bangunan, tetapi juga membangun harapan, menumbuhkan semangat belajar, dan mempersiapkan generasi masa depan. Dari desa untuk Indonesia, revitalisasi menjadi langkah nyata menghadirkan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas.
Dokumentasi :




- Pendampingan Lapangan Program Revitalisasi SPS Literasi Qur’ani: Wujudkan Sekolah yang Berkualitas dan Ramah Anak - November 8, 2026
- PKBM Literasi Qur’ani Melalui TKA Wujudkan Lulusan yang Kompeten dan Berdaya Saing - November 8, 2026
- Gema Bulan Bahasa SD Literasi Qur’ani “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing” - November 3, 2026
Leave a Reply