Gema Bulan Bahasa SD Literasi Qur’ani “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”

REJANG LEBONG – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai kegiatan Gema Bulan Bahasa di SD Literasi Qur’ani, Kabupaten Rejang Lebong. Melalui peringatan Bulan Bahasa Oktober 2026, peserta didik diajak mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa sebagai bagian penting dari pembentukan karakter, kecerdasan, serta identitas kebangsaan. Mengusung semangat “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”, kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan bahasa, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan keberanian berekspresi, kreativitas bersastra, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Kegiatan Gema Bulan Bahasa tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda. Anak-anak tidak hanya belajar bahasa melalui buku dan materi di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui penampilan seni, drama, sastra, serta berbagai kegiatan literasi yang menyenangkan.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah drama bertema kearifan budaya lokal Kabupaten Rejang Lebong yang diperankan oleh Tim Guru SD Literasi Qur’ani. Melalui pertunjukan tersebut, guru menghadirkan kekayaan budaya daerah sebagai media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Drama menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi, nilai-nilai kehidupan, dan identitas budaya masyarakat Rejang kepada generasi muda.

Kasmawati: Literasi Bahasa Dimulai Sejak Anak-Anak

Kepala SD Literasi Qur’ani, Kasmawati, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pendidikan literasi memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berbahasa dan karakter anak sejak dini. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyampaikan gagasan, berkomunikasi, serta menghasilkan karya.

Menurutnya, peserta didik perlu dibiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berkomunikasi dengan guru, teman, maupun masyarakat. Kemampuan berbahasa menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan berpikir anak.

Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan dunia sastra kepada peserta didik melalui karya-karya sederhana. Anak-anak dapat mulai belajar menulis puisi, pantun, cerita pendek, maupun ungkapan kreatif berdasarkan pengalaman dan lingkungan sekitarnya.

“Pendidikan literasi bagi anak sangat penting. Kita harus membiasakan peserta didik mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mulai mengenalkan sastra melalui karya-karya sederhana, serta mengajak mereka mencintai dan melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa. Di samping itu, penguasaan bahasa asing juga perlu dikembangkan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” ungkap Kasmawati.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembelajaran bahasa harus dilaksanakan secara seimbang. Bahasa Indonesia menjadi identitas nasional, bahasa daerah menjadi warisan budaya yang harus dijaga, sedangkan bahasa asing menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan komunikasi global.

Drama Kearifan Budaya Lokal, Guru Menjadi Inspirasi Literasi

Salah satu bagian istimewa dalam Gema Bulan Bahasa SD Literasi Qur’ani adalah penampilan drama kearifan budaya lokal Kabupaten Rejang Lebong oleh Tim Guru SD Literasi Qur’ani.

Penampilan ini memperlihatkan bahwa guru bukan hanya berperan sebagai pendidik yang menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi teladan dalam berkarya, berkreasi, dan mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Melalui drama, peserta didik diperkenalkan pada kekayaan budaya lokal dengan pendekatan yang menarik dan komunikatif. Mereka dapat belajar memahami karakter tokoh, menghayati cerita, mengenal tradisi, serta mengambil pesan moral dari setiap adegan yang ditampilkan.

Kearifan budaya lokal memiliki posisi penting dalam pendidikan karena anak-anak tumbuh di tengah lingkungan sosial dan budaya tertentu. Mengenalkan budaya daerah sejak usia sekolah merupakan bagian dari upaya membangun identitas, menghargai keberagaman, dan menanamkan rasa bangga terhadap daerah sendiri.

SD Literasi Qur’ani menjadikan kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari gerakan literasi sekolah. Dengan demikian, literasi tidak hanya tumbuh melalui aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga melalui seni pertunjukan, komunikasi, kreativitas, dan pengalaman belajar bersama.

Pengumuman Lomba Hari Sumpah Pemuda: Semangat Pemuda Membangun Bangsa

Rangkaian Gema Bulan Bahasa Oktober 2026 juga diisi dengan pengumuman lomba dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini dimanfaatkan untuk membangkitkan semangat peserta didik agar mengenal sejarah perjuangan pemuda Indonesia sekaligus menumbuhkan nilai persatuan, kreativitas, keberanian, dan tanggung jawab.

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi momentum penting untuk mengingat kembali ikrar persatuan pemuda Indonesia: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Bagi peserta didik SD Literasi Qur’ani, peringatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memahami makna persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pemuda dapat ditanamkan sejak usia sekolah melalui kebiasaan belajar, berkarya, berprestasi, menghargai perbedaan, dan berkontribusi positif bagi lingkungan.

Antusiasme peserta didik terlihat dalam mengikuti rangkaian Gema Bulan Bahasa dan menyambut pengumuman berbagai lomba Hari Sumpah Pemuda. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang dikemas secara kreatif dapat menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri.

Literasi Bahasa dan Budaya untuk Generasi Masa Depan

Gema Bulan Bahasa di SD Literasi Qur’ani menjadi gambaran bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya bangsa. Pendidikan bahasa tidak cukup hanya mengajarkan tata bahasa, tetapi juga harus membangun kesadaran peserta didik untuk menggunakan bahasa secara santun, tepat, kreatif, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, SD Literasi Qur’ani berupaya membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk membaca, menulis, berbicara, bersastra, berkreasi, dan mengenal budaya daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan tiga pilar kebijakan bahasa, yaitu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Ketiganya bukan pilihan yang saling bertentangan, melainkan kemampuan yang dapat tumbuh bersama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berwawasan global.

Dari lingkungan sekolah, gerakan literasi dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana: membiasakan membaca, menulis karya, menggunakan bahasa yang santun, mengenalkan cerita rakyat, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk tampil dan menyampaikan gagasannya.

Pada akhirnya, Gema Bulan Bahasa bukan sekadar perayaan kalender pendidikan. Ia merupakan gerakan untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan kebudayaan sejak usia sekolah. SD Literasi Qur’ani percaya bahwa anak-anak yang mencintai bahasa akan lebih mudah mengenal identitas bangsanya, menghargai budaya daerahnya, dan membuka jendela pengetahuan dunia. Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing. Dari sekolah, kita bangun generasi literat untuk Indonesia yang lebih maju. (Sum)

Dokumentasi :

Gema Bulan Bahasa SD Literasi Qur’ani
Pengumuman dan Penyerahan Hadih Lomba
Penampilan Drama oleh Tim Guru SD Literasi Qur’ani

Leave a Reply

Your email address will not be published.