MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM SEJAK USIA DINI RA TUNAS LITERASI QUR’ANI, BIAYA MURAH, FASILITAS LENGKAP, DAN UNGGUL DALAM PROGRAM KEAGAMAAN

Tasik Malaya, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu — Menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki karakter positif. Pendidikan anak usia dini bukan sekadar proses mengenalkan huruf dan angka, melainkan juga perjalanan membentuk kebiasaan baik, menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, serta membiasakan anak menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat inilah yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan di RA Tunas Literasi Qur’ani yang berdiri sejak tahun 2019, berlokasi di Desa Tasik Malaya, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Berada di bawah naungan Yayasan Literasi Kita Indonesia, RA Tunas Literasi Qur’ani menghadirkan pendidikan anak usia dini yang memadukan pembelajaran, pembentukan karakter, penguatan literasi, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman.
Dengan jumlah peserta didik mencapai 130 anak, RA Tunas Literasi Qur’ani menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang menempatkan agama dan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari tumbuh kembang anak. Tingginya minat masyarakat menunjukkan pentingnya kehadiran lembaga pendidikan yang mampu memberikan layanan pembelajaran dengan biaya terjangkau, fasilitas pendukung yang memadai, serta program keagamaan yang terarah.
Membiasakan Ibadah, Menumbuhkan Akhlak Mulia
Di RA Tunas Literasi Qur’ani, pendidikan Islam tidak hanya disampaikan melalui penjelasan guru di dalam kelas. Nilai-nilai agama juga ditanamkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Anak-anak dikenalkan pada ibadah, doa, bacaan Al-Qur’an, dan perilaku terpuji sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembiasaan salat duha. Melalui kegiatan ini, anak-anak mulai diperkenalkan pada ibadah salat, belajar mengikuti gerakan dan bacaan, serta mengenal pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya kecintaan terhadap ibadah ketika anak beranjak dewasa.
Sebelum memulai pembelajaran, anak-anak juga dibiasakan mengaji. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Al-Qur’an sejak dini dan membangun kedekatan anak dengan kitab suci umat Islam. Suasana belajar diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran agama.
Selain mengaji, anak-anak dibiasakan membaca surat-surat pendek, menghafal doa harian, serta mengenal hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan, bertahap, dan mudah dipahami.
Pembiasaan ini memiliki makna penting dalam pendidikan karakter. Anak tidak hanya belajar mengingat bacaan, tetapi juga mulai mengenal nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kedisiplinan, rasa syukur, dan sikap menghormati orang lain. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan agama diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang dekat dengan kehidupan anak, bukan sekadar materi yang dihafalkan untuk memenuhi kegiatan pembelajaran.
Biaya Terjangkau, Fasilitas Mendukung, dan Program Keagamaan sebagai Keunggulan
Salah satu pertimbangan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan adalah keterjangkauan biaya. RA Tunas Literasi Qur’ani berupaya menghadirkan layanan pendidikan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat, sehingga kesempatan memperoleh pendidikan anak usia dini yang berorientasi pada nilai-nilai Islam dapat diakses oleh lebih banyak keluarga.
Keterjangkauan biaya menjadi semakin bermakna ketika disertai dengan penyelenggaraan pembelajaran yang terarah, dukungan fasilitas pendidikan, dan kegiatan pengembangan karakter. Fasilitas yang tersedia dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar, bermain, berinteraksi, dan mengenal lingkungan secara positif.
Keunggulan RA Tunas Literasi Qur’ani tidak hanya terletak pada kegiatan belajar di kelas, tetapi juga pada program keagamaan yang terintegrasi dalam keseharian peserta didik. Pembiasaan salat duha, mengaji sebelum belajar, membaca surat-surat pendek, berdoa, dan mengenal hadis Nabi menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang religius.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat anak mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga ruang awal untuk membangun fondasi spiritual, sosial, emosional, dan intelektual.
Kepala RA dan Yayasan Membangun Pendidikan yang Berkarakter
Penyelenggaraan pendidikan di RA Tunas Literasi Qur’ani didukung oleh kepemimpinan dan pembinaan yang berorientasi pada penguatan mutu layanan pendidikan. Kepala RA Tunas Literasi Qur’ani, Umi Helmi Haryani, S.Pd.I, memiliki peran penting dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pembelajaran, membangun budaya sekolah, serta mengarahkan pelaksanaan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Dalam pelaksanaannya, pembinaan juga melibatkan Dr. Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I, selaku Pembina Unit Pendidikan Yayasan Literasi Kita Indonesia. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat arah pendidikan, mengembangkan program pembelajaran, serta menjaga agar pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan tetap menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sementara itu, Dr. Sumarto, M.Pd.I, selaku Ketua Yayasan Literasi Kita Indonesia, memiliki peran dalam mendukung pengembangan lembaga dan memperkuat visi pendidikan yang mengintegrasikan literasi, nilai-nilai Islam, serta pembentukan generasi yang berkarakter.
Sinergi antara kepala RA, pembina unit pendidikan, yayasan, pendidik, dan orang tua merupakan unsur penting dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif. Pendidikan anak usia dini membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan karena pembentukan karakter tidak dapat hanya dibebankan kepada guru, tetapi juga memerlukan keteladanan dan dukungan keluarga.
Parenting dan Komunitas Wali Murid: Pendidikan Dimulai dari Keluarga
Pendidikan yang baik membutuhkan hubungan yang kuat antara sekolah dan keluarga. Menyadari hal tersebut, RA Tunas Literasi Qur’ani menghadirkan program seminar parenting bagi orang tua sebagai ruang belajar bersama mengenai pengasuhan dan pendidikan anak.
Melalui kegiatan parenting, orang tua diharapkan memperoleh wawasan mengenai pentingnya keteladanan, komunikasi yang positif, pendampingan belajar, pembiasaan ibadah, serta pembentukan perilaku baik di lingkungan keluarga. Nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah akan lebih mudah menjadi kebiasaan apabila mendapatkan dukungan yang selaras di rumah.
Selain seminar parenting, keberadaan komunitas wali murid menjadi sarana untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan mengembangkan kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah. Komunitas ini dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, dan mendukung kegiatan pendidikan.
RA Tunas Literasi Qur’ani juga mengembangkan program pengajian bagi wali murid. Program ini memperluas makna pendidikan Islam, tidak hanya menyasar anak sebagai peserta didik, tetapi juga mengajak orang tua untuk terus belajar dan memperkuat kehidupan keagamaan keluarga.
Dengan keterlibatan tersebut, pendidikan diharapkan menjadi gerakan bersama. Sekolah mendampingi anak dalam pembelajaran, sementara keluarga memberikan penguatan melalui keteladanan dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ikatan Alumni dan Kolaborasi Perguruan Tinggi
Pengembangan lembaga pendidikan membutuhkan dukungan jejaring dan kolaborasi. Dalam konteks ini, RA Tunas Literasi Qur’ani mengembangkan ikatan alumni sebagai salah satu sarana menjaga hubungan dengan keluarga yang pernah menjadi bagian dari lingkungan pendidikan.
Ikatan alumni memiliki potensi untuk memperkuat silaturahmi, menjaga hubungan jangka panjang, serta membuka ruang partisipasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Keberadaan jejaring ini juga dapat membantu membangun rasa memiliki terhadap lembaga dan memperluas dukungan masyarakat terhadap gerakan literasi.
Di samping itu, kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan serta membuka peluang pengembangan pendidikan. Kolaborasi perguruan tinggi dapat menjadi pintu bagi pertukaran gagasan, penguatan kapasitas pendidik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan program literasi.
Bagi lembaga pendidikan anak usia dini, kolaborasi semacam ini penting untuk membangun budaya belajar yang terus berkembang. Sekolah dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas, dengan melibatkan keluarga, masyarakat, akademisi, dan berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak.
Dukungan Makanan Bergizi Gratis bagi Tumbuh Kembang Anak
Selain pendidikan agama dan pembelajaran, pemenuhan kebutuhan gizi juga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Anak membutuhkan asupan makanan bergizi agar dapat menjalani aktivitas belajar, bermain, dan berinteraksi dengan baik.
RA Tunas Literasi Qur’ani mendapatkan bantuan makanan bergizi gratis yang menjadi dukungan bagi pemenuhan kebutuhan peserta didik. Bantuan tersebut memiliki arti penting karena perhatian terhadap pendidikan anak perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar mereka.
Dukungan makanan bergizi juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan usaha yang menyeluruh. Anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan emosi, pembentukan karakter, dan kesehatan.
Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pihak-pihak yang memberikan dukungan, kebutuhan anak diharapkan dapat diperhatikan secara lebih terpadu.
Menyiapkan Generasi Qur’ani yang Berilmu dan Berakhlak
Perjalanan pendidikan anak usia dini merupakan proses panjang yang dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Mengucapkan doa sebelum belajar, membaca surat-surat pendek, mengenal hadis Nabi, mengikuti salat duha, berbagi dengan teman, serta menghormati guru dan orang tua merupakan bagian dari pengalaman yang membantu anak mengenal nilai-nilai kehidupan.
RA Tunas Literasi Qur’ani di Desa Tasik Malaya, Curup Utara, berupaya menjadikan pendidikan Islam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan jumlah 130 anak, program keagamaan, biaya pendidikan yang terjangkau, dukungan fasilitas, kegiatan parenting, komunitas wali murid, ikatan alumni, kolaborasi perguruan tinggi, dan bantuan makanan bergizi gratis, lembaga ini memiliki berbagai unsur pendukung untuk mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini.
Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi mutu pembelajaran, meningkatkan kompetensi pendidik, memperkuat kemitraan dengan orang tua, dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak. Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan Islam sejak usia dini tidak hanya diukur dari kemampuan anak menghafal doa atau surat-surat pendek, tetapi juga dari proses tumbuhnya kebiasaan baik, rasa ingin tahu, kepedulian terhadap sesama, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap ilmu.
Dari Desa Tasik Malaya, pendidikan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang bermakna. Melalui kerja sama sekolah, keluarga, yayasan, dan masyarakat, RA Tunas Literasi Qur’ani terus memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam sejak dini, demi tumbuhnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi masa depan. (Sum)
- SD LITERASI QUR’ANI PILIHAN KITA, BERSAMA GOL A GONG DUTA BACA INDONESIA GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI KABUPATEN REJANG LEBONG - October 12, 2026
- MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM SEJAK USIA DINI RA TUNAS LITERASI QUR’ANI, BIAYA MURAH, FASILITAS LENGKAP, DAN UNGGUL DALAM PROGRAM KEAGAMAAN - October 12, 2026
- KOLABORASI DUTA BACA INDONESIA, YAYASAN LITERASI KITA INDONESIA DAN PEMDA REJANG LEBONG “GERAKAN LITERASI SEKOLAH” - October 6, 2026
Leave a Reply