+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Pemuda dalam dunia Pemberdayaan (Sosial-Kemasyarakatan)

Rusli Harahap : Komunitas Yayasan Literasi Kita Indonesia: Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan

Beri Aku Seribu Orang Tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya …..Beri Aku Sepuluh Pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” *Bung Karno (Ir. Soekarno)

Pemberdayaan adalah proses pemberian daya (kemampuan, keterampilan, kecapakan). Pemberdayaan tersebut melibatkan dua pihak, yakni pihak yang memiliki daya (pihak yang berdaya) dan pihak yang diberikan daya (pihak yang diberdayakan). Proses pemberdayaan tersebut dapat dikenali dari dua proses, yakni memberdayakan dan diberdakan. Selain itu, pemberdayaan dapat dipahami sebagai bentuk peningkatan dan pengembangan kualitan Sumber Daya Manusia berdasarkan aspek kemampuan, keterampilan, maupun kecakapan dalam tatanan kehidupan sosial-kemasyarakatan, seperti bidang: pendidikan, peningkatan kesejahteraan berbasis ekonomi-lokal, keahlian/kecakapan, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, pemberdayaan memiliki peranan yang penting dalam tatanan kehidupan sosial-kemasyarakatan. Melalui kegiatan pemberdayaan, pihak ataupun kelompok masyarakat yang diberdayakan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya dengan memaksimalkan aspek-aspek maupun potensi daya yang diberdayakan. Dengan demikian, tujuan yang mendasar dari proses pemberdayaan tersebut adalah menggali, mengembangkan maupun meningkatkan aspek kesejahteraan hidup sosial-kemasyarakatan.

Dalam mencapai tujuan pemberdayaan, setiap lapisan masyarakat hendaknya dapat memaksimalkan potensi kemampuan, keterampilan, maupun kecapakan yang bersentuhan dengan taraf kesejahteraan hidup sosial-kemasyarakatan. Pemuda, sebagai bagian dari lapisan kehidupan sosial-kemasyarakatan hendaknya dapat menyadari betapa pentingnya keberadaan pemberdayaan. Melalui kesadaran tersebut, pemuda diharapkan ikut terlibat aktif dalam dunia pemberdayaan. Dalam hal ini, kesadaran yang perlu dibangun oleh pemuda adalah betapa  pentingnya peranan pemuda dalam dunia pemberdayaan maupun pengembangan potensi-potensi SDM di dalam tatanan kehidupan sosial-kemasyarakatan.

Sejatinya, peranan pemuda dalam konteks pemberdayaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan teknis yang sederhana hingga teknis yang kompleks. Salah satu bentuk nyata dari peranan pemuda di dunia pemberdayaan dalam konteks kehidupan sosial-kemasyarakatan ialah adanya berbagai pembinaan maupun pelatihan keterampilan maupun kecapakan hidup dalam satu wadah perkumpulan atau organisasi masyarakat atau organisasi pemuda. Misalnya, pemberdayaan potensi koperasi berbasis ekonomi-lokal, pemberdayaan konsep kewirausahaan-sosial melalui berbagai workshop, seminar, sosialisai, pemberian pelatihan UMKM (Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah), dan lain sebagainya.

Menyadari hal tersebut, pemuda hendaknya dapat terlibat aktif dalam dunia pemberdayaan. Keterlibatan pemuda tersebut dapat diaktualisasikan melalui dua cara. Pertama, keterlibatan aktif pemuda dalam organisasi maupun wadah atau perkumpulan yang berhaluan kepada sosial-kemasyarakatan, yakni organisasi yang mengembangkan potensi keberdayaan pemuda dalam mengembangkan maupun meningkatkan kesejahteraan sosial-kemasyarakatan, seperti organisasi Karang Taruna dan organisasi lainnya, baik berbasis nasional maupun lokal. Kedua, keterlibatan aktif pemuda secara pribadi dalam dunia pemberdayaan.

Dalam hal ini, pemuda tersebut hendaknya dapat menuangkan berbagai ide maupun konsep yang berpotensi mengembangkan keberadaan pemuda dalam dunia pemberdayaan, seperti: aktif dalam memajukan pendidikan berbasis sosial-kemasyarakatan (pemberian kursus/les private), kewirausahaan berbasis sosial dan ekonomi-lokal (usaha rumah tangga), serta pemberian kecapakan hidup (kemahiran montir, bangunan, dan lain sebagainya).

Peranan pemuda dalam meningkatkan kesejahteraan kehidupan sosial-kemasyarakatan dapat diwujudkan, baik secara pribadi maupun kelompok/organisasi sosial-kemasyarakatan. Dalam hal ini, peranan pemuda tersebut adalah peranan pemuda yang memiliki jiwa serta semangat kemandirian dan kreativitas. Artinya, pemuda dalam dunia pemberdayaan harusnya memiliki jiwa serta motivasi yang mandiri dan kreatif. Dengan semangat “mandiri dan kreatif” tersebut, pemuda diharapkan dapat terlibat aktif dalam   mewujudkan tatanan kehidupan sosial-kemasyarakatan yang sejahtera, yakni tatanan kehidupan yang maju, mandiri, dan memiliki kualitas daya saing yang unggul.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Pemuda dalam dunia Pemberdayaan (Sosial-Kemasyarakatan) "