+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Belajar Dari Masa Lalu… Untuk Lebih Hidup di Masa Depan…

Wahyu Tulus Widodo – Komunitas Literasi Ma’arif

Asalamuallaikum, sahabat litersi? Saya berharap semoga kesehatan selalu tercurah kepada kita semua aamiin. Pada artikel kali ini saya akan sedikit berbagi cerita inspiratif dari sedikit pengalaman saya pribadi, yaitu sedikit motivasi untuk selalu berusaha bijak dalam menyikapi kehidupan yang kita jalani.

Kita semua pasti pernah mengalami masa lalu bukan? Baik itu buruk ataupun sangat berkesan, nah bagaimana cara kita tetap semangat dalam menjalani kehidupan kita saat ini? Mungkin yang terlintas dipikiran teman – teman adalah dengan mensyukuri kehidupan kita sekarang, itu sudah pasti.

Selain syukur ternyata ada satu hal yang terkadang hal itu tidak disadari oleh setiap manusia agar bisa sedikit bijak dalam menghadapi kehidupan yaitu dengan bertopang kepada masa lalu yang pernah kita alami sebelumnya. Terlepas dari itu semua kita tidak bisa semena – mena akan masa lalu yang telah kita alami sebelumnya, mungkin bagi teman – teman yang memiliki masa lalu bahagia oke – oke saja. Nah apa kabar apabila kita memiliki masa lalu yang kelam?.

Sejatinya memiliki masa lalu yang kelam tidak lah buruk seperti yang orang – orang pikirkan diluar sana, bisa jadi dari masa lalu yang kelam kita dapat menjadi orang yang luar biasa di kemudian hari. Jangan bersedih ingat seorang guru yang luar biasa yaitu Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah beliau berkata “Nak orang baik punya masa lalu dan orang jelek pasti punya masa depan”. Artinya setiap orang memiliki harapan untuk dapat hidup lebih baik dari yang sebelumnya selagi ia mau berusaha, dan ingat satu hal Allah Ta’ala tidak melihat seberapa baiknya kita hidup, tetapi yang dilihat Allah adalah seberapa besar usaha kita agar tetap berusaha berbuat baik dalam hidup.

Bagi teman – teman yang memiliki masa lalu kelam jangan terlalu bersedih, cobalah kita menyapa kehidupan sekali lagi, hay kehidupan.., sapalah dengan sedikit senyuman dan sedikit harapan. “Jika kau tak menangis sepenuh hati, bagaimana bisa kau tertawa sepenuh hati?”. Artinya jika kehidupan kita mulus-mlus saja bagaimana bisa kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang tuhan berikan, ini menjadi salah satu bukti luar biasanya tuhan terhadap kita, tuhan membuat kesedihan yang luar biasa agar kita dapat lebih memahami arti dan makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

Ingatlah satu perkataan ali bin bithalib yaitu “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik”. Artinya jika kita terlarut dalam menyesali masa lalu janganlah kita berlaku gegabah, ataupun semena-mena untuk menjalani hidup kedepannya, kita cukup intropeksi dan terus berusaha untuk memperbaiki diri untuk bisa melangkah maju dan menjadi insan yang lebih baik kedepannya.

 Apakah masa lalu yang kelam harus di lupakan? Menurut pendapat saya “masa lalu yang kelam janganlah dilupakan segalanya dan jangan lah di ingat sepenhnya”.

Jadi harus bagaimana? Begini masa lalu yang kelam menurut saya tidak lah buruk, maksudnya jika masa lalu yang kelam kita lupakan segalanya, kita akan kehilangan acuan untuk hidup lebih baik, nah jika kita ingat sepenuhnya maka kita akan putus asa dalam menjalani kehidupan.

Jadi lupakan sedikit untuk mencegah timbulnya rasa putus asa, dan ingatlah sedikit untuk motivator pendorong untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik kedepannya. Teruslah berusaha bijak dan jangan biarkan masa lalu merenggut masa kini mu dan menghancurkan masa depan mu.

Follow me

adminliterasi

Technology Management at Literasi Kita Indonesia
Saat ini teknologi masuk kedalam berbagai struktur organisasi sebagai pendukung dalam kelancaran proses kegiatan. Teknologi menjadi sumber utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya.
Follow me

Latest posts by adminliterasi (see all)

Respond For " Belajar Dari Masa Lalu… Untuk Lebih Hidup di Masa Depan… "