+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Menyebut dan Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Menyebut dan Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada kita semua;

1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

Bila kita perhatikan penjelasannya sebagai berikut;

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.

Setiap kita melakukan pekerjaan, seharusnya dan sepantasnya kita selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan kita mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita akan melakukan pekerjaan dengan terbaik, karena kita memulainya bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita malu apabila kita melakukan pekerjaan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita merasa berdosa dan bersalah apabila yang kita kerjakan itu mendatangkan maksiat dan hal yang tidak bermanfaat serta merugikan orang lain.

Dengan kita menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap pekerjaan kita akan menjadi berkah dan hikmah, kepada diri kita, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat penting, sebagai perumpamaan, tidak mungkin ada orang yang mencintai kita, apabila kita tidak ingat nama dan mengucapkannya namanya, begitu juga bila kita mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita harus mengingat dan menyebut nama-Nya, tidak hanya di lisan tetapi di hati selalu menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sungguh tiada bandingnya dengan apa yang diberikan manusia, yang diberikan manusia adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dengan mengucapkan Alhamdulillah, kita memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas segala nikmat dan karunia yang diberikan-Nya. Apabila kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, nikmat akan ditambah, nikmat akan terasa indah, nikmat menjadi berkah dan nikmat menjadi manfaat.

Terutama dalam Bulan suci Ramdhan 1440 H, banyak nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diantaranya; kita bisa sampai di bulan Ramadhan, kita bisa berkumpul dengan keluarga, kita bisa menikmati indah dan nikmatnya hidangan ketika berbuka puasa dan sahur, nikmat ibadah sholat berjama’ah, nikmat gaji yang kita terima, ditambah dengan THR yang diberikan, apabila kita tidak merasakan nikmat-nikmat itu, berarti pengelolaan hati dan jasmani kita yang kurang mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak mengucapkan nama-Nya disetiap pekerjaan kita, tidak bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, mari kita muhasabah kembali.

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Menyebut dan Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala "