+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

Titik Temu Agama dan Nasionalisme “Soekarno dan NU”

Buku yang diterbitkan LKIS Karya Zainal Abidin Amir dan Imam Anshori Saleh, Buku Agama Nasionalis yang menjadi salah satu referensi untuk membangun NKRI yang berdasarkan ukhuwah Islamiah. Bagaimana peran dari Presiden Ir Soekarno dan peran NU di masa pra Kemerdekaan dan pasca Kemerdekaan Sangat tampak jelas dari setiap sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Ir Soekarno.

Sikap Nasionalis Presiden Ir Soekarno sebagai bentuk cinta dan bela Negara yang juga bahagian besar dari ajaran Agama, bahwa Bela dan Cinta tanah air adalah Bahagian dari Iman, mengusir penjajah adalah kewajiban, membangun Negara yang adil dan makmur adalah cita cita bersama yang harus diperjuangkan. Prinsip Nasionalis Presiden Ir. Soekarno sesuai dengan peran NU ketika pra kemerdekaan, yaitu memerangi para penjajah, mengusir penjajah dari bumi Pertiwi, menolak penindasan yang dilakukan penjajah yang sangat merugikan bangsa dan Negara, membuat penderitaan yang berkepanjangan, harus dihentikan.

KH. Hasyim Asy’ari bersama para santri siap berjuang dan berkorban untuk Indonesia merdeka, bersama para pendiri bangsa turut memberi kontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara di bidang pendidikan, agama dan bela negara. Setiap santri apalagi Kyai siap berkorban untuk mengusir penjajah, siap bersama sama membangun Negara di bawah ideologi negara Pancasila yang sudah menjadi konsensus bersama. Pancasila menjadi pemahaman dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak menyalahi Agama dan Sikap Nasionalisme, Pancasila menjadi bagian dari kehidupan beragama dan berbangsa hal ini yang dilakukan Presiden Ir Soekarno dan NU dalam membangun NKRI yang relegius dan Nasionalis.

Kutipan dari Buku
Kutipan dari Buku
Kutipan dari Buku

Sumarto sumarto

Menulis tidak hanya menulis, tetapi menulis harus dengan pengetahuan, karena tulisan butuh pengakuan yaitu keilmuan menulis tentang apa yang ingin di tulis
Sumarto sumarto

Respond For " Titik Temu Agama dan Nasionalisme “Soekarno dan NU” "