+62-852-27-281672
info@literasikitaindonesia.com

MANAGEMENT TO BE A SUCCESSFUL LEARNER IN ACADEMIC

Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus sepanjang hayat. Menurut para ahil belajar adalah perubahan tingkah laku individu sebagai hasil dari pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungannya (Rusman, 2012:134), dan belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya, membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya (2001:20). Sedangkan Wilson dan Peterson (2006:2) menyatakan belajar adalah sebuah proses kegiatan aktif (a proses of active engagement). Seorang yang belajar dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik juga. Oleh karena itu bagaimana individu dapat menjadi seorang yang belajar dengan baik? Menjadi seorang yang belajar dengan baik adalah impian setiap individu terutama bagi para pelajar dalam mengikuti pendidikan di sekolah maupun di perguruan tinggi. Pelajar yang sukses dalam belajar bukan berarti pelajar seorang yang memiliki pengetahuan lebih dari orang lain, namun juga memiliki strategi belajar yang lebih efektif dan efisien dalam mengakses dan menggunakan pengetahuannya, dapat memotivasi diri sendiri dan dapat memonitor dan mengubah perilaku mereka (Dembo, 2004:4).

Menjadi pelajar yang belajar sukses tidak hanya menuntut membaca dan mendengar apa yang disampaikan di kelas, namun lebih dari itu, sebagai contoh, seorang pemain musik yang sukses, mereka tidak hanya mendengar dan membaca apa yang disampaikan terkait hobi mereka, tetapi mereka perlu melakukan latihan sesering mungkin agar menjadi pemusik yang berbakat. Menjadi pelajar yang sukses bukan berarti harus belajar giat atau pintar melainkan belajar cerdas yaitu dengan menggunakan strategi yang tepat untuk mengelola motivasi, perilaku dan belajar.

Salah satu cara yang tepat untuk menjadi seorang good learner yaitu dimulai dengan academic self-management yaitu pengelolaan belajar yang disesuaikan dengan diri sendiri (Dembo, 2004). Management menurut Terry dalam Latif dan Latief (2018: 5) adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengontrolan, dan menggunakan ilmu dan seni dan diikuti dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, controlling and utilizing both art and science and followed in order to accomplish one determined objectives). Selanjutnya, Latif dan Latief (2018) mengartikan manajemen sebagai seni dan ilmu untuk mengelola sumber-sumber atau sebuah kegiatan termasuk orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Istilah management (mengelola/mengatur/menej) adalah kata kunci dalam memahami belajar sukses. Seprang pelajar dalam mengikuti kegiatan akademik harus mampu mengelola dirinya sendiri sehingga mampu mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi dirinya dalam kegiatan belajar. Seorang pelajar, dalam mengelola dirinya harus mampu membangung lingkungan atau kondisi maksimal agar dirinya mampu belajar dengan sangat baik dan menghindari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diri dalam belajar. Kemampuan mengelola diri sendiri dalam belajar disebut dengan istilah academic self-management
Academic self-management akan lahir jika seorang pelajar memiliki tujuan yang jelas terhadap pendidikan yang ditempuh. Sebagai contoh, ketika guru atau dosen menginformasikan sebuah tugas, maka pelajar atau mahasiswa secara spontan akan mengatur dirinya untuk megerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan kapasitas diri masing-masing atau ketika masa ujian, dengan sendirinya semua pelajar atau mahasiswa sibuk mengatur dirinya agar siap menghadapi ujian tersebut.

Academic self-management merupakan satu kemampuan yang dimiliki oleh individu, dan dalam pelaksanaanya memerlukan komitmen yang tinggi dan kejujuran untuk menilai sejauh mana dirinya mampu mengikuti apa yang telah diatur. Komitmen yang tinggi memberikan keberhasilan dalam pencapaian tujuan, kejujuran pada apa yang telah diatur/ditetapkan memberikan keadilan dalam penilaian terhadap proses yang telah dilakukan. Pelajar yang memiliki komitmen dan kejujuran tinggi sama dengan sukses. Oleh karena itu, academic self-management yang telah ditata dengan baik harus benar-benar dilaksanakan dengan komitmen dan kejujuran.

Terkait academic self-management, seorang pelajar atau mahasiswa harus mampu menata belajarnya secara optimal, yaitu usaha yang maksimal dilakukan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Bentuk-bentuk usaha maksimal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Mengikuti proses belajar-mengajar secara maksimal, dengan memperhatikan uraian yang disampaikan guru/dosen secara seksama, membaca materi secara mendalam, dan aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan;
  2. Menyusun jam belajar efektif di rumah, seperti 30 menit sebelum tidur malam, atau pagi hari.
  3. Memahami materi yang disampaikan dengan mengkaitkan secara langsung fenomen yang ada disekitar;
  4. Menghindari hal-hal mempengaruhi konsentrasi saat belajar;
  5. Menentukan lokasi dan memilih lokasi belajar yang nyaman;
  6. Mematikan telepon selular, dan televisi; mematikan nada dering smartphone dan menjauhkan letaknya dari jangkauan.
  7. Jika membutuhkan jaringan internet koneksi, maka hanya membuka situs yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan belajar;
  8. Ketersediaan peralatan belajar yang dibutuhkan seperti pensil, pena, kertas catatan, stick notes, penghapus dan lain sebagainya.

Bentuk-bentuk usaha maksimal dalam belajar yang telah diuraikan di atas merupakan upaya dalam academic self-management. Upaya tersebut harus diiringi dengan komitmen dan kejujuran dalam pelaksanaannya.
Setelah melakukan usaha maksimal dalam belajar, maka academic self-management adalah sebagai berikut:

  1. Planning perencanaan), Merencanakan dan menetapkan rencana tindakan yang dilakukan bagaimana mempersiapkan diri dalam belajar, sebagi contoh ketika akan ujian, seorang pelajar/ mahasiswa menetapkan tujuannya bagimana mempersiapkan diri sebelum ujian. Perencanan bisa dimulai dengan jangka waktu beberapa waktu sebelum ujian. Misalnya, 4 atau 5 hari sebelum waktu ujian.
  2. Organizing (pengorganisasian), Setelah menetaplan rencana, seorang pelajar atau mahasiswa dapat mengorginasikan atau menyusun strategi-strategi belajar yang bagaimana yang akan digunakankan seperti dengan menggarisbawahi atau stabilo bold bacaan, yang dianggap penting, membuat pertanyaan sendiri dan menjawab, membuat daftar antara bab atau paragraf yang sudah dipahami dengan yang belum, membuat catatan singkat dan lain sebagainya.
  3. Actuating (pelaksanaan), Hal-hal yang telah diorganisasikan, dilaksanakan dengan komitmen dan jujur serta perlu dilakukan dengan maksimal agar apa yang telah rencanakan dan diorganisasikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan.
  4. Controlling ( kontrol), Kontrol sebagai kegiatan yang sangat pentinf dalam manajemen, karena kontrol adalah kegiatan untuk mengawasi dan mengevaluasi apakah perencanaan dan pengorganisasian yang telah dirancang dalam pelaksanaannya dalpat berjalan dengan baik. Kontrol dalam academic self-management adalah berbentuk kesadaran diri terhadap pelaksanaan belajar yang dilakukan, misalnya seorang pelajar/mahasiswa merasa bahwa dalam pelaksanaan kegiatan belajar yang telah dilakukannya dirinya tidak dapat memahami apa yang telah dipelajari maka pelajar tesebut akan mengubah strategi belajar yang telah diorgnisasikannya dan bertanya kepada guru/dosennya untuk meminta penjelasan kembali terhadap apa yang telah dipelajarinya, Kemudian, bentuk kontrol yang lain adalah mengubah lokasi atau ruang belajar, jika pada saat pelaksanaan rencana belajar, pelajar merasa tidak nyaman dengan ruangan atau lokasinya.

Academic self-management memerlukan kejujuran dalam perencanaan, pelaksanaan, dan kontrol serta diiringi dengan kemampuan untuk mengidentifikasi perilaku dirisendiri sehingga memberikan hasil yang maksimal sebagai seorang pelajar yang sukses dalam belajar.
Sebagai kesimpulan dapat diuraikan bahwa, academic self-management akan ada jika pelajar menyadari tujuan dirinya dalam menempuh proses pendidikan. Selanjutnya, academic self-management dapat membawa seorang learner sukses dalam akademik jika diikuti oleh komitmen, kejujuran, dan kemampuan dalam menidentifikasi kebiasaan atau perilaku diri sendiri, sehingga memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri agar dapat mengelola belajar dengan maksimal.. Academic self-management merupakan hal penting yang harus dilaksankan oleh setiap pelajar agar sukses dalam belajar.

Referensi

Dembo. H. M. 2004. Motivation and Learning Strategies for College Success: A self-Management Approach. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publisher.
Latif, Mukhtar, & Latief, Suryawahyuni. 2018. Teori Manajemen Pendidikan. Jakarta: PrenadaMedia Group.
Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sardiman, A. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Wilson. M. S., & Peterson. L.P. 2006.Theories of Learning and Teaching: What do They Mean for Educators?. Washington: NEA.

Suryawahyuni Latief

Lecturer at STISIP NH Jambi
education background: Ph.D. in Educational Management from National Dong Hwa University, Taiwan
Suryawahyuni Latief

Respond For " MANAGEMENT TO BE A SUCCESSFUL LEARNER IN ACADEMIC "

  • Sumarto April 8, 2019 05:58

    Manajemen merupakan Substansi dari keberhasilan... sehingga tidak bisa mencapai kesuksesan tanpa adanya manajemen.... manajemen bisa di pelajari... Manajemen bisa diterapkan dengan baik... tetapi harus memahami terlatih dahulu apa itu manajemen...teori dan praktik....